KOTA BEKASI – Melonjak kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Membuat kawasan penyangga Ibu Kota yakni Bogor, Depok, dan Kota Bekasi sudah memutuskan menunda pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen guna mengantisipasi penularan Covid-19 di sekolah.
Berdasarkan data terbaru, diketahui sudah lebih dari 400 orang terpapar Omicron di Ibu Kota. Angka ini meningkat pesat dari temuan pertama kasus Omicron pada pertengahan Desember 2021. Omicron diyakini lebih cepat menjangkiti masyarakat ketimbang varian virus corona yang pernah ada sebelumnya.
PTM 100 persen di Kota Bekasi batal setelah penularan Covid-19 varian Omicron mengalami kenaikan di Provinsi DKI Jakarta.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Ardhianto mengatakan, bahwa banyak pihak yang kecewa dengan dibatalkannya PTM. Ia beralasan bahwa kesehatan lebih penting dan berharap bahwa penyebaran Covid-19 saat ini tidak sampai mengakibatkan gelombang ketiga.
“Pasti kecewa, apalagi harapannya besar. Tetapi kan yang paling utama sehat. Yang paling utama adalah jangan sampai kepada tahap ketiga. Ini juga akan memberatkan sumber daya yang kita miliki,” kata Tri saat ditemui pada apel perdananya sebagai Plt Wali Kota Bekasi di Stadion Chandrabhaga, Bekasi, Senin (10/1/2022).
Pembatalan PTM 100 persen di Kota Bekasi juga berkaitan dengan kebijakan Provinsi Jawa Barat yang diinstruksikan langsung oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat. Kebijakan ini akan dievaluasi dalam tiga minggu ke depan, yakni pada akhir Januari 2022.
“Perintahnya juga saya tadi dari Ibu Dinas Kesehatan (Dinkes) menyatakan, ‘Kita evaluasi sampai tiga minggu ke depan’. Jadi artinya, sebetulnya sampai dengan akhir Januari. Ya, kita lihat saja awal Februari,” imbuh Tri.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Inayatullah sudah memberikan lampu hijau untuk pemberlakuan PTM 100 persen di Kota Bekasi. Ia mengatakan bahwa PTM dapat dimulai sejak tanggal 10 Januari 2022 dan akan menjadi hari pertama siswa di Bekasi memasuki semester genap.
“Kita semester dua nanti masuk tanggal 10 Januari (2022), tapi kalau di kita untuk 100 persen (tatap muka) sudah siap,” ungkap dia.
Inayatullah juga beranggapan, PTM dapat dilakukan mengingat segala aspek yang dibutuhkan sudah disiapkan, seperti kesiapan sarana prasarana penunjang dan pelaksanaan program vaksinasi kepada guru dan siswa.
“Karena guru yang sudah di vaksin sudah 99 persen, siswa usia 12 sampai 17 tahun sudah 98 persen, nah untuk 6 sampai 11 tahun masih berjalan,” imbuhnya.
Namun, pihak Disdik Kota Bekasi juga masih perlu menunggu situasi dan perkembangan terkait dengan PTM 100 persen di wilayah Kota Bekasi. “Kita lihat sikon (situasi dan kondisi) perkembangannya, yang jelas sudah ada SKB (surat keputusan bersama) tiga menteri,” pungkasnya. (bbs/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here