Teriminal Jatiasih Perlu Dana 5OO Miliar

0

***Pemkot Bekasi Mau Pakai Duit CSR Swasta

KOTA BEKASI- Pembangunan Terminal Induk Baru Tipe A di kawasan Jatiwarna, Jatiasih, Bekasi, membutuhkan anggaran hingga Rp 500 miliar. Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, dana Rp 500 miliar itu nantinya direncanakan mengambil dari dana CSR perusahaan swasta yang ada di Kota Bekasi.
“Iya kami anggarkan Rp 500 miliar biaya dari swasta karena kan dikelola oleh pihak swasta nantinya,” ujar Tri saat dikonfirmasi awak media.
Tri mengatakan, dibutuhkan anggaran besar lantaran terminal tersebut akan dibangun terintegrasi dengan berbagai transportasi. Selain itu, terminal itu akan diintegrasikan dengan mal dan hotel.
“Terintegrasi juga nantinya dengan perumahan yang akan dibangun di kawasan itu,” ucap Tri.
Tri mengatakan, pembangunan akan dimulai pada 2021. Terminal itu nantinya akan menggantikan terminal induk yang saat ini berada di Bekasi Timur. Terminal baru itu akan dibangun diatas lahan seluas tiga hektare.
“Kan yang sekarang terminalnya fasilitasnya tipe B tapi untuk pelayanan tipe A. Sehingga nanti, terminal lama itu hanya melayani kendaraan umum untuk angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkot. Tidak lagi antarkota antarprovinsi (AKAP),” ucap dia.
Pihaknya telah melakukan uji kelayakan. Saat ini tengah mencari pihak swasta untuk menawarkan Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).
“Kalau tahun ini selesai KPBU, Detail Engineering Design (DED) bisa selesai tiga bulan langsung sudah bisa dibangun,” tutur dia.
Uji Kelayakan
Rencana relokasi Terminal Induk Kota Bekasi, Bekasi Timur, ke Kecamatan Jatiasih, mulai memasuki tahap uji kelayakan atau visibility study. Hal itu diungkapkan oleh anggota Komisi V DPR RI, Intan Fauzi.
Pemindahan Terminal Induk Bekasi di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, ke wilayah Jatiasih, keinginan Pemerintah Kota Bekasi sejak tahun 2014.

“Pemindahan Terminal Bekasi itu aspirasi Pemkot Bekasi, prosesnya cukup panjang,” kata Intan Fauzi saat mengunjungi tempat wisata Hutan Bambu di RW 25 Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Hingga akhirnya argumentasi saya diterima oleh pemerintah pusat dan disetujui untuk dilakukan visibility study,” ujarnya lagi.

Menurut Intan, alasan Pemkot Bekasi ingin memindahkan Terminal Induk Bekasi ke wilayah Jatiasih masuk akal. Alasannya, Terminal Induk eksisting dinilai sudah tidak memenuhi faktor kelayakan untuk pelayanan publik.
Sejumlah faktor seperti situasi lalu lintas yang cenderung padat, kapasitas daya tampung terbatas hingga faktor kenyamanan penumpang seperti ruang tunggu yang minim karena terbatas lahan.
“Ini sudah proses panjang dan selalu terhambat. Salah satu hambatan belum terealisasinya kegiatan tersebut dikarenakan terminal eksisting saat ini telah berkategori tipe A,” katanya. (dhy/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here