SEMENTARA itu Ketua DPC Demokrat Karawang yang berstatus balonbup petahana, Cellica Nurrachadiana ditaksir sedang bingung memilih siapa yang akan dijadikan wakilnya. Apakah lebih memilih jagoan dari parati politik atau bermain aman memilih birokrat yang ditimpang punya loyalis dan massa.
Sekretaris DPC Demokrat Karawang, Pendi Anwar saat duwawancarai awak media menuturkan, pihaknya sedang menunggu rekomendasi DPP terkait Bakal Calon (Balon) wakil bupati yang akan mendampingi Cellica Nurrachadiana dalam Pilkada 2020.
“Secara kepartaian belum memutuskan, karena rapat majelis tinggi DPP Partai Demokrat yang memutuskan. Namun salah satu parameter itu survei, elektabilitas yang diutamakan,” ujar Sekretaris DPC Partai Demokrat Karawang Pendi Anwar, Rabu (12/2) lalu.
Pendi mengungkapkan, proses survei yang dilakukan hingga saat ini masih terus berjalan. Setidaknya, ada sejumlah tokoh turut berpartisipasi dan menjadi perbincangan untuk disandingkan dengan petahana.
Dalam survei tersebut, kata dia, partainya melibatkan sejumlah lembaga. Nantinya, hasil survei akan dikirim ke DPP Partai Demokrat untuk dijadikan sebagai bahan pleno. “Sekitar bulan April, yang jelas sudah ada beberapa nama, dikaitkan dengan misi visi, termasuk koalisi yang akan dibangun,” ujarnya.
Sebelumnya saat diwawancarai KBE, Pendi mengatakan, , salah satu poin yang akan dipertimbangkan mencari sosok pendamping Cellica Nurrchadiana di Pilkada Karawang adalah memiliki modal elektabilitas yang bagus, namun di saat yang sama pula blak-blakkan ia mengaku keculitan mencari figur yang punya itu saat ini.
“Justru agak kesulitan (Demokrat) mencari figur yang akan kita sandingkan (baca: dengan Cellica Nurrchadiana). Makanya salah satu pertimbangan kita adalah elektabilitas,” kata Pendi di Kompleks Plaza Pemkab Karawang.
Di luar prediksi, Pendi justru membandingkan kondisi saat ini dengan Pilkada sebelumnya. Menurut Pendi, Pilkada kali ini minim tokohpotensial yang muncul. Hal ini pula yang menyulitkan Demokrat mencari figur yang pas menjadi pendamping Cellica.
Padahal, sebagaimana diketahui, lima tahun lalu pasangan Cellica-Jhimmy di tetapkan di menit-menit akhir. Pendi yang membandingan lima tahun lalu lebih dinamis, secara tak langsung menuturkan situasi memili pendamping Cellica saat ini lebih sulit dibanding Pilkada lalu.
“Hari ini terus terang agak minim ya, beda dengan pilkada lalu banyak sekali tokoh Karawang bermunculan, sekarang agak kurang, saya gak tahu apakah dari partai-partai ini minim figur, yang jelas berbeda dengan Pilkada kemarin,” kata pria yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Karawang ini.
Adapun sejumlah bacabup-bacawabup yang sesumbar sudah menyatakan akan dipinang Cellia sebagai wakilnya, menurut Pendi, sebagai klaim-klaim biasa yang lumrah. Yang jelas, sampai saat ini belum ada satu pun nama yang pasti akan dipilih oleh Cellica menjadi wakilnya di Pilkada yang pelaksanaanya tinggal menghitung bulan .
“Belum ada yang pasti. Kalau klaim sah-sah saja. Karena koalisi besar harus ada kesepakatan mengarah kepada salah satu nama, semuanya masih berpeluang,” tukas Pendi.
Klaim Aep
Pernyataan Pendi justru membantah klaim sebelumnya yang diungkan Aep sendiri kepada salah satu media online yang mengakui bahwa keputusan berpasangan dengan petahana itu sudah pasti. Bahkan bersama Cellica telah menyiapkan deklarasi pada Februari mendatang. “Tanggalnya, kami masih mempertimbangkan yang lebih tepat,” ujarnya kepada salah satu media online.
Kepada media yang sama, Aep pun turun menungkapkan partai yang akan mengusung keduanya, hingga saat ini masih empat parpol. Yakni, Demokrat, PKS, Golkar, dan NasDem. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here