MENGKHAWATIRKAN: Camat Pebayuran Hanief Zulkifli cek beberapa titik tanggul Citarum yang rusak dan mengkhawatirkan warga sekitar.

Semuanya di Kecamatan Pebayuran

CIKARANG PUSAT- Bukan hanya yang jebol, sebanyak 37 titik tanggul Sungai Citarum di Pebayuran mengalami rusak yang berada pada 8 Desa Kecamatan Pebayuran. Hal itu dikatakan, Camat Pebayuran Hanief Zulkifli, Rabu (17/3/2021).

“Tanggul jebol tidak hanya terjadi Desa Sumberurip. Terdapat sedikitnya 37 titik tanggul Sungai Citarum yang rusak di delapan desa di Pebayuran,” kata Camat Pebayuran. 

Kedelapan desa itu yakni Sumberurip, Bantarjaya, Karangharja, Sumberreja, Sumbersari, Karanghaur, Kertasari, dan Kertajaya. Hanief berharap perbaikan dilakukan di seluruh titik tanggul yang rusak.
“Kondisi kerusakannya cukup parah hingga perlu segera dilakukan perbaikan. Jadi kami berharap seluruhnya bisa diperbaiki agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti (banjir) sebelumnya,” ujarnya.

Kerusakan tanggul itu, lanjut Hanief, terjadi sejak tahun lalu yang diakibatkan debit air Sungai Citarum yang tinggi, terutama saat musim hujan.

“Rusaknya macam-macam, ada yang Cuma satu meter, ada yang sampai 20 meter seperti yang di Sumberurip itu,” ucap dia.

Kondisi ini, kata dia, telah dilaporkan pada Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Diharapkan seluruhnya dapat diperbaiki secara permanen.

“Kami berharap diperbaikinya, karena khawatir jika tidak segera diperbaiki saat musim hujan bakal jebol. Jadi yang kritis kondisinya bukan di Desa Sumberurip saja tapi seluruh titik itu, ya mudah-mudahan tahun ini terealisasi,” ucapnya. 

Sementara itu, persoalan penanganan pasca bencana di Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tidak sekadar lambatnya proses perbaikan rumah warga yang hancur.
Lebih dari itu, tanggul darurat yang dibangun pemerintah pusat kini amblas lagi.
Kondisi ini membuat warga sekitar khawatir banjir hebat akan merendam pemukiman mereka.

Terlebih, banjir itu berasal dari tanggul sungai Citarum yang jebol hingga membuat puluhan ribu warga mengungsi.

Tanggul itu dibuat dari tumpukkan tanah yang dimasukkan ke dalam karung yang kemudian disusun. Lalu, susunan karung itu kembali ditimbun oleh tanah kemudian ditutupi geotekstil. Namun, akibat hujan yang kembali mengguyur Pebayuran, tanggul darurat itu kembali amblas. (har/shn) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here