PERBAIKI: Gorong-gorong penyebab banjir ini harus segera dibongkar dan diperbaiki. Dan melibatkan dua pemerintah daerah. Pemkab dan Pemkot Bekasi.

Anggaran Pemerintah Kena Refocusing

BEKASI- Perbaikan gorong-gorong di jembatan yang berada Perumahan Mutiara Columbus, Mustikajaya, Kota Bekasi, sampai saat ini belum dapat terealisasi.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Arief Maulana menjelaskan, bahwa perbaikan tersebut belum dapat dilakukan karena, dana perbaikan saat ini dialihkan terlebih dahulu untuk penanganan Covid-19.
“Kalau masalah tanggul itu sudah kami usulkan di kegiatan tahun 2020 dulu itu. Cuman kan kegiatan tersebut kena refocusing karena anggaran itu terkena kegiatan penanganan Covid-19,” kata Arief, Senin (1/3/2021).
Kata Arief, perbaikan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Sementara, perbaikan gorong-gorong tersebut sudah di usulkan tahun ini.
“Kita juga mengusulkan ke pihak pengembangnya supaya ada perhatian, terkait peninggian dan juga pelebaran jembatan itu,” tegasnya.
Diketahui dua kepala desa di Kecamatan Setu mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera memperbaiki gorong-gorong yang berada di Perumahan Mutiara Columbus Mustikajaya.
Desakan perbaikan tersebut diduga menghambat arus air karena sampah tersangkut di sana, sehingga menyebabkan luapan di Desa Cijengkol dan Burangkeng. 
Sebelumnya Camat Setu Joko Dwijatmoko menilai persoalan banjir yang diduga akibat penyempitan gorong-gorong di jembatan Mutiara Columbus perlu berkoordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi.
“Ketika pelaksanaan Musrenbangdes di Desa Burangkeng, saat di lokasi ada Kepala Bappeda saya komunikasikan terkait itu, kami meminta untuk Bappeda berkoordinasi dengan pihak pemerintah Kota Bekasi,” kata Joko.
Ia menyebut permasalahan Mutiara Colombus harus kerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah kota dan kabupaten Bekasi. Lantaran berbeda wilayah administrasi pihak kecamatan tak bisa menegur langsung perumahan Mutiara Columbus.
“Dalam waktu dekat saya akan berkoordinasi kembali, karena perlu komunikasi 2 daerah, saya berharap segera ada solusi. Warga sudah melakukan normalisasi di kali kembang,” ujar dia (dim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here