DPK Sudah Panggil Pertamina

0

Minta Dampak Kebocoran Minyak di Pantai Muara Gembong Diselesaikan

CIKARANG PUSAT – Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Bekasi meninjau lokasi pantai di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi yang terdampak kebocoran minyak mentah Oil Spill dari Pertamina (1/5/2021).

Kepala DPK Kabupaten Bekasi, Agus Triyono mengatakan, imbas di kebocoran minyak mentah dari Pertamina ini membuat para nelayan di Pantai Muara Bungin dan Muara Bendera, libur mencari ikan. Bakan nelayan sero pun turut merasakan dampaknya.

“Ya memang ada limbahnya tapi tidak seperti dulu,” ungkap dia kepada Cikarang Ekspres di ruang kerjanya, Senin (3/5/2021).

Kata Agus, adanya oil spill yang sampai ke Pantai Muara Bungin dan Muara Bendera karena terbawa arah angin.

“Itu adanya angin timur yang bocornya entah dimana atau mungkin dari daerah Karawang jadi dia (oil spill,red) ketiup angin. Kalau dia dari arah selatan jadi kebawa ke kita kearah Gembong. tapi kalau arah dari utara nanti kesapu lagi, belum sempat masuk ke pantai sudah masuk lagi ke tengah. Nanti ke bawa arus lagi ke Pulau Seribu,” jelas dia.

Artinya, sambung Agus, para nelayan Pantai Muara Bungin terutama nelayan sero membuat tangkapan ikan tidak maksimal.

“Ikannya ada tapi tidak maksimal, biasanya mereka dapat penghasilan 300 kini hanya 150. Dan itu berlangsung selama 2 sampai 3 hari,” tuturnya.

“Nah kalau sekarang engga lagi, airnya pun sudah bersih dan berangsur normal. Sekarang para nelayan juga sudah pada kelaut semua, sudah pada nangkap dan sudah pada ngejaring,” timpal Agus.

Agus mengakui bahwa selama dua hingga tiga hari lalu para nelayan berhenti mencari ikan untik semantara waktu.

“Karena spekulasinya kalau mereka membeli minyak (bahan bakar perahu kapal,red) kemudian tenaga atau jaringnya terkena oil spill kan dia rugi karena jaringnya akan rusa. Jadi lebih baik istirahat sementara di rumah,” imbuh dia.

Agus lebih jauh menuturkan pihaknya telah memanggil Pertamina Hulu Energi Offshore Nort West Java (PHE ONWJ) pada akhir bulan lalu yaitu, 29 April 2021.

“Itu sudah kita panggil tapi mereka (ONWJ,red) sedang menyelesaikan ganti rugi yang di Karawang. Mungkin Kamis besok mereka baru bisa untuk menyelesaikan yang disini,” pungkasnya. (mil/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here