KABUPATEN BEKASI – Sebanyak empat desa di Kabupaten Bekasi dipilih sebagai percontohan Desa Digital tahun 2022. Keempat desa tersebut yakni Desa Lambangsari dan Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan serta Desa Karangbahagia dan Desa Karangmukti Kecamatan Karangbahagia.

Plt Kepala Bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum mengatakan, dipilihnya empat desa tersebut dalam rangka mendukung program strategis Pemprov Jawa Barat dalam pembangunan kawasan desa digital tahun 2022.

“Untuk empat desa ini, Diskominfo akan mensupport dari segi infrastruktur mulai dari jaringan, server maupun aplikasi. Selain itu kita juga menyiapkan tenaga pendamping untuk pengembangan yang diperlukan untuk pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/1).

Ia menambahkan, ada beberapa komitmen yang harus dijalankan oleh Kepala Desa yang daerahnya dijadikan desa percontohan, sesuai arahan dari Pemprov Jawa Barat.

Diantaranya, kepala desa wajib berkomitmen untuk mengalokasikan APBDes untuk pengembangan BUMDes di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Kepala desa juga harus komitmen membangun desa dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan siap membentuk Badan Usaha Bersama dengan salah satu unit usahanya tentang teknologi informasi dan komunikasi,” ucapnya.

Selain itu, kepala desa harus bersedia menyiapkan personil sebagai pelaksana teknis teknologi informasi, yang akan mendapat pelatihan dari Diskominfo,” terangnya.

Setelah infrastruktur teknologi informasi komunikasi di desa sudah siap dan pelayanan publik sudah berjalan, barulah nanti akan dikembangkan BUMDes yang core bisnisnya di wilayah teknologi informasi.

“Kami berharap, keempat desa tersebut ke depan bisa menjadi contoh pembangunan desa digital, tidak hanya untuk lingkup Kabupaten Bekasi, tapi juga untuk kota dan kabupaten lain di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lambangsari Tambun Selatan, Pipit Haryanti menyambut baik dipilihnya Desa Lambangsari sebagai salah satu percontohan desa digital di Kabupaten Bekasi.

“Sebetulnya ini gayung bersambut, karena kami di Desa Lambangsari bercita-cita menjadi desa digital ini sejak tahun 2018 lalu,” kata Pipit.

Dirinya menuturkan, Desa Lambangsari sebenarnya sudah punya aplikasi yang diberi nama Sidolpin (System Informasi Desa Online Lambangsari Pintar). Namun belum bisa dijalankan secara maksimal karena ada beberapa kendala.

“Alhamdulillah, dengan rencana adanya support dari Diskominfosantik, mudah-mudahan bisa membantu dan memberikan manfaat sehingga aplikasi kami bisa berjalan secara maksimal,” ujarnya. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here