KINERJA DINAS KESEHATAN HARUS DIEVALUASI, Pasien Isoman Tak Dijamin Obat-Vitamin

0

Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menjadi sorotan elemen masyarakat lantaran dinilai tak becus menangani pasien covid-19 yan sedang isolasi mandiri di rumah. Pemkab Bekasi diminta segera melakukan evaluasi.
KETUA Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Transparansi Intelektual Pemerhati Indonesia (LSM SNIPER INDONESIA), Gunawan jadi salah satu orang yang kecewa dengan kinerja Dinas Kesehata. Ia mengaku sangat perihatin mendengar pasien covid-19 yang isolasi mandiri di rumah dibiarkan begitu saja tanpa dijamin obat-obatan maupun vitaminnya.
“Persoalan isolasi mandiri harus menjadi perhatian extra penuh dari Pemda Bekasi, selama ini isolasi mandiri di rumah seolah dibiarkan inikan harus ada usapan dari obat dan asupan vitamin kan dalam hal ini yang tau tim medis bahkan setiap berkalanya serta sejauhmana perkembangan pasien tersebut. Dinkes kurang serius menangani ini,” kata Gunawan. 
Menurut dia, Pemkab Bekasi semestinya gelontorkan anggaran dan rekrut tenaga kesehatan jika memang saat ini kekurangan tenaga kesehatan untuk melakukan pendampingan pada warga yang sedang isolasi mandiri.
“Pemerintah harus segera menggelontorkan anggaran dan menyediakan relawan kesehatan untuk penanganan pasien atau warga terpapar Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah,” katanya.
Jika saja kondisi diterlantarkannya pasien covid-19 yang sedang isolasi di rumah terjadi terus terjadi, Gunawa khawatir konisi jauh lebih buruk bakal terjadi di Kabupaten Bekasi. Termasuk potensi makin banyaknya warga yang meninggal berstatus pasien covid-19.
“Kalau saja pemerintah tidak segera ambil langkah taktis dalam penanganan pasien isoma, maka akan semakin banyak lagi korban yang meregang nyawa. Jujur saat ini tenaga medis sangat dibutuhkan karena penanganan korona berbeda dengan sakit yang sering diderita orang sakit pada umumnya,” tuturnya.
Di tempat terpisah, elemen mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bekasi mendesak Pemkab Bekasi serius menangani pasien Isolasi Mandiri Covid – 19.
“Kami dari GMNI prihatin situasi masyarakat dalam menghadapi virus Corona. Terutama bagi yang isolasi mandiri dirumah. Setelah divonis positif, masyarakat itu tentunya harus mendapat perhatian lebih,dan tentunya harus ada pendampingan yang berkelanjutan dari instansi Pemerintah. Ini harus menjadi perhatian serius untuk Pemkab Bekasi agar lebih memperhatikan pasien isolasi mandiri,” kata , Ketua GMNI Kabupaten Bekasi, Yogi Triananda.

Mahasiswa yang akrab disapa Nugi itu menuturkan, pasien isoma harus mendapat asupan obat-obatan, makanan dan pantauan medis setiap waktu untuk mengetahui perkembangan sakitnya
“Harusnya pemimpin di daerah mampu memberikan ketenangan terhadap warganya di masa korona terus meningkat. Misalnya, bagi masyarakat yang terpapar corona atau Covid-19 yang isolasi mandiri jangan khawatir karena pihak Pemkab Bekasi akan mensuplay kebutuhan gas, obat-obatan dan makanan ke setiap pasien yang isoma. Ini akan menambah imun. Tapi, faktanya di Kabupaten Bekasi tidak seperti itu,” tuturnya. (fan/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here