Pemerintah Dinilai Hanya Sebatas Foto-foto

CIKARANG SELATAN – Musibah longsor di Kampung Cicadas Rt 06/06, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi hingga kini belum ada solusi. Bahkan warga yang terdampak mulai mengeluh, salah satunya Ibu Ayi (70).
Ia mengungkapkan, dengan adanya musibah longsor ini penghasilan dari kontrakan tidak ada.
“Tadinya dari hasil kontrakan lumayan. Iya kalau sekarang ada kontrakan 4 kamar orang nya pada takut longsor susulan. Jadi pada pindah,” keluh dia saat ditemui Cikarang Ekspres di rumahnya, Kamis (29/4/2021).
Ia mengakui, Sampai dengan saat ini belum ada kabar tentang perbaikan rumahnya akibat longsor. Kata dia, sejauh ini pihak pemerintah sudah banyak yang meninjau, namun hanya sebatas foto-foto.
“Saya suka di panggil oleh anak saya untuk di foto dengan pak camat, Bu lurah, dan dewan-dewan,” ujarnya.
Ia pun mengatakan, bantuan dari pemerintah baru sebatas sembako.” Kalau hanya bantuan sembako, beras dan mie ada,” imbuh dia.
Sebelumnya di beritakan, Penanganan longsor di Kampung Cicadas, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan hingga sampai saat ini belum ada kajian. Hal tersebut dikatakan Camat Cikarang Selatan, Agus Dahlan.
Dikatakannya, solusi penanganan longsor di Kampung Cicadas yang mengakibatkan kurang lebih 17 rumah rusak parah ini harus ada kajian terlebih dahulu.
“ Kalau belum ada kajian kita juga bingung mau berbuat apa ?, karenakan penangan longsor ini harus tepat penanganannya. Misal, kita nanam pohon, sekuat apa efektifitas nya dengan kondisi seperti itu, “ ungkap Agus kepada Cikarang Ekspres di Kantornya, Rabu (28/4/2021).
Ia mengatakan, kalau memang harus di paku bumi itupun harus melalui kajian. “ Harus jelas titik mana aja yang harus di paku bumi, biar tepat sasaran juga. Karena gak mungkin semuanya di paku bumi,” tuturnya.

Namun begitu, ia belum bisa menyebut apakah longsor Cicadas ini termasuk klasifiksi besar atau kecil. Kata dia, baik itu musibah besar atau kecil harus di tangani karena menyangkut keselamatan manusia.

“ Harus ada penanganan, tapi harus tepat penanganannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan longsor Cicadas tidak bisa hanya mengandalkan Kecamatan dan Desa. Karena ini membutuhkan anggaran besar dan harus melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui dinas terkait.

“ Engga bisalah anggarannya juga gak ada, alatnya juga kita tidak punya,” katanya.

Menurutnya, kalau solusi longsor tersebut mengikuti anggaran murni, maka akan susah dan waktunya lama harus menunggu hasil Musrenbang tahun 2023.

“ Kalau ingin cepat penanganannya, harus di Anggaran Belanja Tahunan (ABT) perubahan tahun ini. Namun penanganan nya harus tepat, harus di analisis dulu,” urainya.

Ia memprediksi, angaran penangan ini bisa mencapai lebih dari Rp 500 Juta.
Selain itu, keterkaitan pihak Ejip, Bank Bjb dan BAZNAS soal penanganan longsor Cicadas, kata dia, semua siap membantu. Namun lagi-lagi harus ada kajiannya dulu.

“ Nanti peran mereka sebagai apa ?, Pada intinya mereka siap membantu namun harus ada dasarnya dulu,” ujarnya. (mil/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here