Keberadaan tiang listrik di tengah jalan bukan menjadi kali pertama terjadi di Kabupaten Bekasi. Hampir di setiap proyek pelebaran jalan, baik tiang listrik maupun utilitas lainnya kerap terlambat dipindahkan.

Pj Bupati Ultimatum DSDA-BMBK Jangan Abai Mekanisme dan Koordinasi

KABUPATEN BEKASI- Keberadaan tiang listrik di tengah jalan bukan menjadi kali pertama terjadi di Kabupaten Bekasi. Hampir di setiap proyek pelebaran jalan, baik tiang listrik maupun utilitas lainnya kerap terlambat dipindahkan. Alhasil, tiang yang awalnya di bahu maupun trotoar, menjadi di tengah jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu proses pembangunan namun juga keselamatan pengendara jalan. Apalagi, usai pelebaran dan dibeton, jalan tidak pernah diberi pembatas.
Sehingga tidak jarang jalan baru itu langsung dijajal warga meski di tengahnya masih terdapat tiang listrik yang kokoh berdiri. Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan, keberadaan tiang listrik di tengah jalan diakibatkan karena minimnya koordinasi antar instansi terkait, baik itu pemerintah daerah maupun pemilik tiang. Untuk itu, perbaikan koordinasi perlu dilakukan agar tidak berujung tragedi yang mencelakai pengguna jalan.
“Ini kurang koordinasi saja sebenarnya, karena pengerjaan jalan memang harus melibat instansi yang berbeda, antara Dinas Bina Marga dan PLN. Mungkin ada mekanisme yang harus dilewati dulu,” kata Dani.
Sebelumnya, di lokasi tersebut terdapat sejumlah tiang listrik dan telepon yang belum dipindahkan di tengah jalan. Akibatnya, keberadaan tiang listrik itu menghambat sekaligus berpotensi mengakibatkan kecelakaan.
Dani mengatakan, proyek pelebaran jalan utama tersebut merupakan bagian dari program Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi. Berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani dengan pihak ketiga, proyek pelebaran pun dilaksanakan.
“Proyeknya memang dianggarkan tahun ini oleh bina marga. Kami sudah teken kontrak dan kontraktor harus segera melaksanakan kewajibannya untuk membangun jalan sesuai dengan jadwal pengerjaannya,” ucapnya.
Namun demikian, terjadi keterlambatan koordinasi sehingga menyebabkan prosedur pemindahan tiang listrik semakin berlarut-larut. Kendati demikian, Dani tak ingin menyalahkan pihak mana pun atas permasalahan tiang listrik yang berdiri di tengah jalan tersebut.
“Pada intinya, bagaimana proses koordinasi ini berjalan dengan baik. Saya sudah tekankan agar koordinasi benar-benar dilakukan agar hal serupa tidak terjadi lagi,” ucap dia.
Peningkatan koordinasi ini wajib dilakukan karena keberadaan tiang listrik di tengah jalan raya bukan kali pertama terjadi. Tahun lalu, hal serupa terjadi pada proses pelebaran Jalan Inspeksi Kalimalang, antara wilayah Cikarang Barat hingga Cibitung. Jalan tetap dilebarkan meski tiang belum dipindahkan. Akibatnya, jalan yang baru itu masih menyisakan tiang di tengahnya.
Hal serupa pun terjadi di Jalan Inspeksi Kalimalang Kecamatan Cikarang Pusat, Seperti di Cibitung, tiang berada tepat di tengah jalan.
Kondisi ini membahayakan pengendara yang melintas. Selain itu, persoalan ini membuat kualitas jalan tidak maksimal. Soalnya, setelah tiang dipindahkan, terdapat lubang bekas tiang yang masih tersisa. Ketika ditambal dengan beton, kualitasnya akan berbeda dengan beton di sekelilingnya.
“Ini menjadi perhatian bagi dinas itu sendiri. Karena jalan sampai beton digelar tapi tiang belum dipindahkan. Saya juga berharap masyarakat agar turut membantu kalau ada melihat pengerjaan di sini tidak beres dan lain sebagainya. Silakan dilaporkan agar segera dibenahi,” tuturnya.
Dipindahkan
Deni menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak PLN sebagai pemilik tiang untuk memindahkan aset utilitasnya di tengah Jalan Raya Tegaldanas. Kini proses pemindahan tiang tengah dilakukan.
“Hari ini kami selesaikan, saya lihat sudah dikerjakan oleh PLN pergeserannya ke daerah pinggir jalan, sehingga nanti ketika jalan ini dibuka, tentu tidak akan terjadi kendala karena di tengah jalan sudah enggak ada tiang listrik,” ucap Dani di lokasi.
Dani menjelaskan awalnya tiang-tiang tersebut berdiri di atas trotoar dan terletak di pinggir jalan. Kemudian trotoar tersebut dibongkar dalam rangka proyek perluasan jalan.
Alhasil, sejumlah tiang tetap berdiri tegak sehingga ketika sebagian jalan telah rampung, tiang yang tadinya berada di pinggir, kini tampak berdiri di tengah jalan.
“Ini memang program kami sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk memperbaiki kondisi jalan dan kelancaran lalu lintas karena merupakan jalur utama menuju ke kawasan industri. Memang masuk ke dalam anggaran tahun ini,” ujarnya.
Ia memastikan sebanyak sembilan tiang listrik di tiga lokasi akan dipindahkan ke pinggir jalan dalam beberapa hari kedepan.
“Ini mungkin pengerjaannya dalam dua hari selesai lah. Nanti saat tiangnya berpindah, jalur sebelahnya yang akan dicor. Sudah enggak ada nanti tiang listriknya,” kata Dani. (bbs/mhs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here