KABUPATEN BEKASI – Sebanyak tiga rumah di Kampung Tapak Serang RT05 RW03 Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi rusak berat karena tertimpa material tanggul Sungai Citarum yang jebol.

Camat Cabangbungin, Asep Buchori mengatakan, peristiwa tanggul Sungai Citarum jebol dan menimpa tiga rumah warga terjadi ketika hujan deras pada Selasa (11/1) sekira pukul 22.00 WIB.

“Iya benar tiga rumah warga tertimpa tanggul yang jebol. Rumah yang tertimpa tanggul kondisinya rusak berat, tapi tidak roboh. Memang waktu kejadian sedang hujan,” kata Asep, Rabu (12/1).

Tanggul Sungai Citarum yang jebol merupakan titik tanggul kritis. Panjang tanggul yang jebol sekitar 100 meter. “Iya, tanggul yang jebol ini yang kritis. Alhamdulillah tidak ada korban,” ucapnya.

Meski tanggul jebol, namun air Sungai Citarum belum meluap. Karena kata Asep, saat ini debit air Citarum terpantau normal.

“Debit air masih di bawah tanggul, jadi air belum meluap. Kalau nanti malam debit air naik, ya enggak tahu juga gimana, ya mudah-mudahan jangan hujan dulu,” katanya.

Sekadar informasi, saat ini kondisi tanggul Citarum di pesisir Kabupaten Bekasi banyak yang berkondisi memprihatinkan. Sebagian di anataranya telah jebol. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane dan BBWS Citarum pun didesak agar segera melakukan normalisasi sungai di Kabupaten Bekasi.

Hal itu dikatakan  Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saepul Islam, Rabu (29/12). Menurut dia, dengan normalisasi  melakukan antisipasi penanggulangan banjir.

“Kami mengimbau BBWS dan BBWSCC serta dinas terkait untuk melakukan normalisasi sungai-sungai di Kabupaten Bekasi, penguatan tanggul dan meminta masyarakat untuk menjaga wilayahnya seperti membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan got-got di sekitarnya,” ucapnya.

Terang dia, untuk perbaikan tanggul, BBWS Citarum diminta melakukann penanggulan secara permanen. Karena di beberapa titik tanggul sudah ada yang rusak dan berpotensi jebol.

“Kami juga meminta pihak BBWS untuk membuat water font di daerah hulu, supaya air tidak langsung ke sungai,” ungkap Saeful.

Dikatakannya untuk pengerjaannya prosesnya cukup lama sehingga akan membuat menanam tiang pancang menjadi kokoh dengan kedalaman yang tinggi.

“Ini memang memerlukan waktu yang cukup lama, dan pihak BBWS Citarum sedang melakukan pekerjaan untuk tahun ini dan tahun selanjutnya. Karena menurut mereka Citarum memang sangat dalam, bahkan untuk menanam tiang pancang saja dibutuhkan kedalam sampai 40 meter,” ucapnya.

Dia mempastikan, bahwa Tahun 2022 di Januari nanti akan melakukan kajian lebih dalam terkait water font. “Insya Alloh pihak BBWS di Januari depan akan ke Bekasi untuk melakukan kajian terkait pembuatan water font,” tandasnya. (mil/fan/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here