Misteri kematian SI (17) pemuda yang ditemukan terjerat sabuk di gedung Sinyal Timur, Stasiun Cikampek akhirnya terkuak. Korban ternyata dibunuh oleh USA alias F (19) temannya sendiri. Pemicunya tergolong sepele, yaitu rebutan lem aibon.
ARIE FIRMANSYAH, KARAWANG
KORBAN dan pelaku adalah memiliki hubungan pertemanan. Keduanya dikenal sebagai anak jalanan yang kerap menghisap lem aibon.
“Keduanya anak jalanan, tapi pelaku sering kelihatan mengamen di Cikampek,” kata Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin saat jumpa pers di Mapolres Karawang, kemarin (17/2).
Arif mengungkapkan, setelah mencari uang di jalanan, kedua kemudian membei lem aibon dan menghisapnya hingga teler. Setelah itu mereka berdua bertikai karena rebutan lem aibon.

“Korban meminta lem aibon milik pelaku, tapi pelaku tak terima, akhirnya mereka berkelahi,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terungkap motif pelaku membunuh SI kawaannya tersebu gegara rebutan lem aibon. Mereka berkelahi hingga berujung tewasnya korban.
“Motif pembunuhan hanya masalah rebutan aibon. Jadi menurut kawan pelaku, korban dengan tersangka adalah teman sama-sama menghisap lem aibon untuk mendapat sesuatu yang enak,” Arif menambahkan.
Barang bukti lem aibon ditemukan petugas tak jauh dari jenazah korban. Tiga botol lem aibon yang kosong tersebut jadi petunjuk polisi untuk menguak kasus tersebut.
Polisi kemudian menangkap pelaku yang sedang teler di kolong jembatan Cikampek. “Pelaku kami tangkap di kolong jembatan di Cikampek,” ungkap Arif.
Akibat perbuatannya, USA dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here