Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengevaluasi titik kemacetan pada musim libur lebaran 2022 di wilayah Jawa Barat.

Persoalan pertama yaitu, kemacetan yang terjadi saat arus mudik Lebaran 2022 kemarin. 

Ridwan Kamil mengatakan, persoalan yang menyebabkan antrean di ruas jalan tol adalah rest area. 

”Di rest area karena tempatnya terbatas dan yang membutuhkan banyak maka terjadi antrean yang mengambil bahu jalan. Nah itu sudah dievaluasi,” kata Ridwan Kamil.

Pemerintah mengimbau kepada warga yang mudik agar tidak berlama-lama saat berada di rest area jalan tol.

Evaluasi kedua terkait arus mudik Lebaran 2022 adalah puncak arus mudik yang berlangsung pada 30 April. 

”Puncaknya itu tanggal 30 (April 2022) itu ada 160.000 kendaraan (mobil) yang masuk dan ada 140 ribuan motor juga di tanggal yang sama. Jadi puncaknya sudah terlewati di tanggal 30 dan evaluasi ini akan menjadi panduan pada saat arus balik,” tutur Ridwan Kamil.

Gubernur memprediksi pada H+3 Lebaran atau Jumat 6 Mei 2022 mendatang sudah ada arus balik.

“Kami perkiraan di H+3 atau H+4 sudah ada yang arus balik sampai akhir pekan,” kata Ridwan Kamil.

Dia menuturkan selain prediksi arus balik, hal lain yang jadi fokus pihaknya adalah soal antisipasi kemacetan di tempat wisata di Jawa Barat. 

“Berikutnya akan fokus di dua kegiatan yang pertama adalah memastikan tidak terjadi kemacetan yang terlalu parah di zona-zona wisata. Khususnya di daerah Cianjur, Bogor Puncak, dan daerah Lembang ke atas Subang maupun ke arah selatan Ciwidey,” terang Ridwan Kamil.

Oleh karena itu, pihak terkait telah menyiapkan pasukan di lokasi objek wisata. 

”Jadi kita juga ada pasukan yang akan siaga pada saat mudik dan balik di jalur tol dan non tol, serta jalan arteri, jalan sekunder. Kita siapkan anggota-anggota dari polsek yang bertugas secara umum,” ujar Ridwan Kamil. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here