Warga Miskin Baru “Meroket” 1,7 Juta

0

BANDUNG– Dampak pandemi Covid-19 di Jawa Barat sedikitnya menambah jumlah warga miskin baru sebesar 1,7 juta. Angka tersebut jika digabung dengan jumlah warga miskin yang sudah ada menjadi sekitar 8 juta.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum di sela-sela kegiatan pendistribusian bantuan sosial dari Pemprov Jawa Barat bagi warga miskin terdampak pandemi korona.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Uu, saat ini dari sekitar 50 juta penduduk di Provinsi Jawa Barat, tercatat sebanyak 8 juta warga miskin. Di mana 1,7 juta di antaranya, merupakan warga miskin baru.

“Ada 9 pintu bantuan yang bisa kita gunakan, tentunya targetnya semuanya bisa tercover dari sejumlah bantuan yang digelontorkan oleh pusat, provinsi maupun daerah,” katanya.

Menurut Uu, Pemprov Jawa Barat sendiri sudah melakukan berbagai upaya dalam mereduksi dampak pandemi Covid-19 di Jawa Barat. Terkait bantuan sosial ini, merupakan kebijakan Pemprov Jawa Barat tahap kedua, terkait dampak wabah Covid-19. Karena sebelumnya Pemprov Jawa Barat sudah mengeluarkan kebijakan yang pertama, yaitu terkait kebijakan kesehatan.

“Nanti setelah kebijakan bansos ini sudah dilaksanakan, maka ada kebijakan yang ketiga, terkait padat karya. Bantuan ini, untuk meminimalisasi dampak dari Covid-19. Sehingga saya harap, tidak ada kegaduhan yang terjadi pada pelaksanaan penerimaan bantuan ini,” tutur Kang Uu.

Dari data yang diterima Radar Cirebon (Group Onlinemetro.id), total bantuan sosial dari Pemprov Jabar sebanyak 71 ribu paket bantuan, di mana data tersebut bersumber dari data terpadu keluarga sejahtera (DTKS) dan non DTKS.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg menyebutkan, warga yang menerima bantuan dari Pemprov Jawa Barat berjumlah 71.254 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah tersebut terdiri dari 10.675 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 60.579 non-Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (non-DTKS).

Bantuan yang diberikan oleh Pemprov Jabar, berupa sembako dan uang tunai. Untuk sembako yang diberikan, senilai Rp350 ribu, sedangkan uang tunai sejumlah Rp150 ribu. “Bantuan dari provinsi akan diberikan selama 4 bulan,” terang Imron.

Selain bantuan dari pemprov, Pemkab Cirebon juga akan memberikan bantuan kepada 46.848 KPM. Bantuan yang diberikan berupa sembako yang terdiri dari beras, gula dan minyak. Untuk bantuan dari pemkab, akan diberikan selama tiga bulan. Sedangkan untuk distribusinya masih menunggu kesiapan dari Bulog. “Karena saat ini, Bulog masih membantu menyiapkan bantuan dari pemprov,” ujar Imron. (mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here