WASPADA KLASTER INDUSTRI JILID II

KARAWANG- Angka penularan Covid-19 di Kabupaten Karawang mulai melandai. Menyusul terus berkurangnya angka penularan dari cluster keluarga dan pemerintahan. Di sisi lain, salah satu klaster penularan terbesar di Karawang saat ini. Yaitu klaster industri, saat ini kondisinya sedang mendapat perhatian. Pasalnya, pasca libur lebaran kemarin. Diketahui, sebanyak 1.500 perusahaan dari lima kawasan industri di Karawang. Belum melaporkan hasil tes antigen, kepada karyawannya yang melakukan perjalanan mudik kemarin. 

Kinerja dan ketegasan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 pun mulai disorot. Warga Karawang khawatir terjadi klaster industri jilid ll. Ap bila tidak dilakukan tindakan preventif yang terukur. 

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto mengku, dari 1.500-an perusahaan itu., baru satu perusahaan yang melaporkan data hasil tes antigen karyawannya. 

Hal itu membuatnya geram. Padahal, sudah jauh-jauh hari. Pihaknya mewanti-wanti petinggi di perusahaan. Agar segera melakukan tes antigen kepada karyawannya yang mudik. Dan melaporkan hasilnya kepada GTTP Covid-19 Karawang. 

“Baru ada satu perusahaan yang melaporkan. Ad 8 karyawannya yang terpapar Covid-19,” ungkap Suroto. 

Suroto bilang, laporan hasil tes antigen yang dilakukan perusahaan itu sangat penting. Untuk menyusun strategi pencegahan, agar tidak terjadi klaster industri jilid ll di Karawang. 

“Kami khawatir terjadi lagi cluster industri lagi seperti sebelumnya,” ujarnya. 

Ia memprediksi, pada masa libur lebaran kemarin. Diperkirakan ada belasan ribu karyawan yang melakukan perjalanan mudik. Pasalnya, mayoritas pekerja di kawasan industri di Karawang itu. Pekerjanya berasal dari luar Karawang. 

“Kebanyakan pekerja industri itu berasal dari luar Karawang. Sekitar 85 persen dari jumlah pekerja yang ada,” ungkap Suroto. 

Sebagai dinas yang menaungi ribuan perusahaan itu, Suroto mengaku tidak mau kecolongan lagi. Pekan ini juga, Disperindag Karawang akan menggedor perusahaan yang belum lapor hasil tes antigen. 

Apa bila diketahui ada banyak karyawan perusahaan industri yang terpapar Covid-19. Suroto mengaku tak akan segan untuk mengeluarkan sanksi tegas. Kepada para perusahaan yang membandel

“Sampai saat ini, kami masih menunggu laporan perusahaan terkait hal ini. Tapi jika belum juga ada yang melapor. Kami akan bertindak tegas,” pungkasnya. 

Sebelumnya, pada periode akhir tahun 2020 lalu. Ratusan karyawan yang tersebar di 99 perusahaan di 5 kawasan industri di Karawang. Dinyatakan terpapar Covid-19.

Dari klaster industri itu, kemudian menyebar menjadi cluster keluarga hingga ke pemerintahan. Dimana pada waktu itu, Karawang memecahkan rekor zona merah paling lama yaitu enam pekan. Pada saat itu, Karawang masuk zona siaga satu covid-19. (wyd/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here