WAS-WAS VARIAN BARU KORONA MENYEBAR

KARAWANG- Gugus Tugas Penanganan Percepatan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Karawang. Menggelar rapat evaluasi perdana pasca libur lebaran. Senin (31/5/2021) lalu, di Kantor Bupati Karawang. Dalam agenda rapat itu terungkap, angka penularan Covid-19 di Karawang meningkat setelah libur lebaran.
Salah satu klaster terbesar di Karawang yaitu klaster industri. Disusul oleh klaster keluarga di sejumlah kecamatan di Karawang.Terulangnya kasus penularan covid-19 di kawasan industri. Disinyalir terjadi karena banyaknya perusahaan yang tidak taat aturan.
Seperti diketahui, dari 1.500 perusahaan di lima kawasan industri di Karawang. Hanya beberapa saja yang melaporkan hasil tes antigen karyawannya, yang melakukan perjalanan mudik pada libur lebaran kemarin.
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim GTTP Covid-19 Karawang mengungkapkan, terungkapnya kasus penularan di kawasan industri setelah Forkopimda yang terdiri dari Dandim 0604 Karawang, Kapolres Karawang, dan jajaran Disperindag Karawang melakukan sidak ke sejumlah kawasan industri di Karawang. 
“Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan laporan, jika telah terjadi kasus klaster baru setelah libur lebaran,” ungkap Cellica dalam rapat yang dihadiri seluruh Tim Gugus Tugas, para Camat, dan Kepala OPD di Karawang.
Cellica mewaspadai adanya varian baru Covid-19 menjangkit masyarakat daerah lumbung padi. Hal itu mengacu pada meningkatnya jumlah pengidap yang disertai kematian sangat cepat.
Atas dasar itu Cellica memerintahkan Satuan Tugas Gugus Penanganan Covid-19 Karawang untuk mengirim hasil swab tes terkonfirmasi positif ke Balitbang Kementerian Kesehatan.
“Kami berjaga-jaga seandainya terjadi penularan mutasi baru Covid-19. Kami wajib mendeteksi dan mengantisipasi secara dini hal-hal seperti ini,” kata Cellica. 
Cellica menyesali, minimnya kesadaran dari perusahaan untuk melaporkan hasil tracing mereka. Padahal menurutnya, hasil tracing dan testing itu penting. Untuk Pemkab Karawang dalam mengambil langkah. Untuk menekan meluasnya kasus cluster industri di Karawang. 

“Intinya, perusahaan tidak perlu takut untuk menyampaikan informasi soal ini. Kita bisa bantu soal tracing, testing, atau soal ketersediaan tes antigen-nya,” ungkapnya. 
Selain klaster industri yang terulang lagi. Cellica juga mengonfirmasi, jika kasus Covid-19 pada cluster kelurga juga semakin tinggi pasca libur lebaran kemarin.
Saat ini, ungkap Cellica, sedikitnya ada 11 kecamatan di Karawang yang masuk dalam zona merah Covid-19. Sementara, klaster keluarga terdeteksi terjadi di tiga kecamatan. Yaitu, Kecamatan Cilamaya Wetan, Telagasari, dan Kutawaluya.

“Di Kecamatan Kutawaluya ada 2 desa, yaitu di Desa Waluya 19 orang dan Desa Kutamukti 11 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Dimana 3 diantaranya meninggal dunia,” ungkapnya. 

Sementara di Kecamatan Telagasari, kata Cellica, penularan Covid-19 rata-rata terjadi karena warga menggelar Halal bi Halal di hari Raya Idul Fitri. 

Sedangkan di Kecamatan Cilamaya Wetan, diketahui penularan terjadi setelah ada warga yang pulang mudik.

“Setelah dilakukan tarcing dan testing jumlah terkonfirmasi positif Covid di Telagasari menjadi 20 orang. Dua diantaranya meninggal, mereka suami istri,” papar Cellica.

“Kalau di Kecamatan Cilamaya Wetan dari cluster mudik, 7 orang positif dan 1 orang meninggal dunia,” imbuhnya. 
Jika di total, saat ini ada 6 orang yang meninggal dan 57 orang positif Covid-19 dari klaster keluarga di Karawang. 
Selain ada 11 kecamatan yang masuk zona merah. Di Karawang juga terdapat 8 kecamatan berstatus zona orange. Menyikapi hal itu, Tim GTTP Karawang berencana memperpanjang PPKM berskala mikro. 
“Bagi kecamatan yang desa atau lingkungan RT-nya ada 5 orang yabg positif, akan kami lakukan lock down,” tegasnya. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here