PENYERAHAN BOLA: Exco Teknik Pengembangan dan Perwasitan Asprov PSSI Jabar, Fathoni Munawar (ketiga dari kanan) saat menyerahkan bola kepada Ketua Askab PSSI Karawang, H. Anda Suhanda (keempat dari kanan) sebagai tanda dibukanya kursus wasit C3.
  • Digerlar PSSI Karawang untuk Meningkatkan Mutu Sepakbola Indonesia
  • Jadi Sejarah Penyelenggaraan Pertama di Karawang

KARAWANG – Sebanyak 34 peserta mengikuti kursus wasit C3 yang digelar Askab PSSI Karawang di Stadion Mini Anda S Dipura Kotabaru dan Stadion Singaperbangsa Karawang, 29 November hingga 4 Desember 2020.

Ketua Askab PSSI Karawang, Anda Suhanda, didampingi Ketua Komite Wasit Karawang, Asep Yandis, mengatakan, 34 peserta kursus lisensi wasit tingkat dasar ini berasal dari Karawang, Jakarta Selatan, Bekasi, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Cilacap dan Tegal.

“Rinciannya 31 peserta laki-laki dan 3 perempuan. Dari jumlah tersebut peserta asal Karawang mendominasi dengan jumlah 21 peserta (18 laki-laki dan 3 perempuan),” ujar Anda, kepada KBE, Minggu (29/11/2020).

Dijelaskan Anda, kursus wasit C3 yang menghadirkan instruktur dari PSSI pusat yang juga sama-sama terdaftar sebagai wasit berlisensi FIFA, Jajat Sudrajat dan Oki Dwi Putra menjadi sejarah di Karawang.

“Alhamdulillah tahun ini Karawang membuat sejarah karena mampu menggelar kursus wasit C3 untuk pertama kalinya. Insyaallah kurus wasit seperti ini akan coba terus kami laksanakan ke depannya untuk meningkatkan mutu sepakbola Indonesia, khususnya di Karawang dengan menciptakan wasit-wasit berkualitas,” ucapnya.

Ditegaskan Anda, pelaksanaan kursus wasit C3 penting dilakukan. Pasalnya, saat ini Karawang hanya memiliki 43 wasit berlisensi dengan rincian 7 wasit C1 (nasional), 12 wasit C2 (provinsi) dan 24 wasit C3 (kabupaten/kota).

“Lisensi wasit C3 merupakan syarat untuk memimpin pertandingan sepakbola level kabupaten dan kota. Dengan digelarnya kursus ini kami berharap jumlah wasit C3 di Karawang bisa bertambah. Karena semakin banyak wasit profesional tentunya akan meningkatkan kualitas sepakbola di Karawang. Alhamdulillah dalam kurus pertama ini ada peserta perempuan yang terlibat, ini tentunya hal baik karena saat ini Karawang hanya memiliki satu wasit perempuan yaitu Khusnul Barokah yang telah mengantongi lisensi C2,” jelasnya.

Ketua KONI Karawang, Sayuti Haris, melalui Kabid Binpres, Ruslan Abdul Gani, mengapresiasi kegiatan Askab PSSI Karawang dalam menggelar kurus wasit C3. “Ini langkah awal yg sangat bagus, trobosan luar biasa dalam upaya memajukan sepakbola khususnya di Karawang. Semoga berawal dari kursus ini akan lahir wasit-wasit dari Karawang yang mampu berkiprah hingga tingkat nasional mengikuti jejak Pak Asep Yandis,” ujarnya.

Kasi Olahraga, Bidang Pemuda dan Olahraga, Disdikpora Karawang, Heri Suryana menyambut baik atas terselenggaranya kurus wasit C3. “Kami akan selalu mendukung kegiatan seperti ini. Karena wasit merupakan salah satu binaan kami sebagai kepanjangan dari pemerintah. Kehadiran wasit berkualitas juga tentunya akan menjadikan kegiatan yang kami gelar seperti O2SN, LPI akan semakin berkualitas,” tuturnya.

Exco Teknik Pengembangan dan Perwasitan, Asprov PSSI Jabar, Fathoni Munawar, yang membuka jalannya kursus wasit C3 berharap, kegiatan kursus bisa berjalan lancar hingga akhir. Serta seluruh peserta bisa mengikuti dan menyerap ilmu dari para instruktur selama 6 hari kegiatan.

“Kursus yang digelar PSSI kota/kabupaten tentunya sangat membantu Asprov. Kami dari Asprov menanti gebrakan selanjutnya dari Askab PSSI Karawang untuk menggelar C2 dan C1 ke depannya. Semoga melalui kursus ini akan lahir wasit-wasit baru berkualitas sampai menembus wasit FIFA,” katanya. (ayi/mhs/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here