DONOR DARAH : Ketua Karang Taruna Karawang, Asep Saepulloh, saat melakukan donor darah.

KARAWANG – Ditengah Pandemi Covid-19. Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Karawang semakin menipis. Antisipasi terjadi kekurangan stok darah. Karang Taruna (Katar) Kabupaten Karawang, gelar donor darah untuk bantu PMI Karawang.
Ketua pelaksana donor darah Katar Karawang, H. Abun, yang juga Ketua Karang Taruna Rengasdengklok mengatakan, Katar Karawang tergerak untuk melakukan aksi donor darah. Melihat semakin banyaknya kebutuhan transfusi darah di rumah sakit yang ada di Kabupaten Karawang saat ini.
“Kita targetkan 90 orang ikut aksi donor darah. Semuanya adalah pengurus katar dan ketua di tingkat kecamatan,” ujar Abun kepada KBE, kemarin (21/4).
Abun mengatakan, acara yang bertajuk Donor Darah Bersama Karang Taruna itu, digelar di Gedung PMI Karawang. Dari aksi tersebut, terkumpul puluhan kantung darah yang siap disumbangkan untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan dengan mendonor darah kita jadi lebih sehat,” harapnya.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Asep Saepulloh, yang juga ikut aksi tersebut, mengajak seluruh elemen pemuda di Karawang. Khususnya yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna, agar ikut aksi donor darah tersebut.
Asep menyebut, di tengah Pandemi Covid-19, berdonor darah merupakan wujud kepedulian dengan sesama. Karena itu, ia berharap agar anggotanya tidak takut donor darah. “Jangan takut tertular Covid-19 saat donor darah. Tak ada kaitannya. Ini adalah bentuk kepedulian dengan sesama,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaanya, kata Asep, PMI Karawang menerapkan prosedur kesehatan Covid-19. Sehingga, ia memastikan, para pendonor akan aman. “Sebelum masuk ruang donor kita sudah melakukan cuci tangan, kemudian menggunakan masker, serta jaga jarak. Insya Allah aman,” ungkapnya.
Pria yang akrab di sapa Ceong itu berharap, Pandemi Covid-19 segera berakhir di Indonesia. Khususnya di kota pangkal perjuangan, Karawang. “Karang Taruna siap membantu pemerintah perangi Covid-19. Bersama kita kuat lawan korona,” pungkasnya. (wyd/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here