SOROT: Banjir besar di Karawang semakin meluas. Sembilan kecamatan sudah terdampak. Sedikitnya, sejak dua hari terakhir BPBD Karawang merilis 5.575 kepala keluarga atau 18.398 jiwa terdampak banjir.

***18 Ribu Jiwa Sudah Terdampak Banjir
KARAWANG – Banjir besar di Karawang semakin meluas. Sembilan kecamatan sudah terdampak. Sedikitnya, sejak dua hari terakhir BPBD Karawang merilis 5.575 kepala keluarga atau 18.398 jiwa terdampak banjir. Namun sampai hari ini belum ada tanda-tanda Pemkab Karawang meningkatkan status menjadi tanggap darurat bencana.
Sembilan kecamatan yang terdampak banjir di antaranya: Rengasdengklok, Batujaya, Kutawaluya, Tempuran, Cikampek, Cilebar, Telukjambe Barat, Pangkalan, serta Ciampel.
“Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang disusul meluapnya beberapa sungai,” kata Kepala BPBD Kabupaten Karawang Yasin Nasrudin kepada awak media, senin (24/2/2020).
Banjir terbaru terjadi pada Senin di Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Desa Cikande, Kecamatan Cilebar, serta Desa Dawuan Barat dan Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek.
Yasin mengatakan banjir di wilayah Pangkalan dan Telukjambe Barat terjadi akibat meluapnya beberapa anak Sungai Cikeretek, sedangkan banjir di wilayah Cikampek terjadi akibat luapan anak Sungai Cikaranggelam.
“Banjir terjadi dengan ketinggian bervariasi, mulai ketinggian 30 centimeter sampai ada yang setinggi 1 meter,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat terus waspada banjir karena saat ini curah hujan masih cukup tinggi. Banjir di Karawang itu tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga merendam areal sawah dan sejumlah fasilitas publik.
Pada Minggu (23/2), banjir melanda Desa Rengasdengklok Utara dan Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok. Pada hari yang sama, banjir terjadi di Desa Kutajaya, Kutakarya, Kutagandok, dan Sampalan, Kecamatan Kutawaluya.
Sesuai dengan data BPBD Karawang, Desa Karyamakmur, Teluk Ambulu, Telukbango, Batujaya, dan Segaran, Kecamatan Batujaya juga dilanda banjir. Banjir juga terjadi di Desa Pancakarya dan Purwajaya, Kecamatan Tempuran serta Desa Pusakajaya Selatan, Kecamatan Cilebar.
Sementara itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menyebut tingginya intensitas hujan yang membuat terjadinya banjir yang ia sebut siklus lima tahunan.

“Saya ke sini ini untuk memastikan bantuan logistik, kita sudah koordinasi. Malah udah dari tadi siang pak Dandim berada di Rengasdengklok,” ucap Cellica kepada KBE, Senin (24/2/2020) pukul 01.00 dini hari saat datangi lokasi banjir di perbatasan Desa Rengasdengklok Utara dan Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok.
Dikatakan Cellica, dengan luasnya daerah yang di landa banjir, Pemkab Karawang akan menambah keberadaan dapur umum dan menyediakan selimut buat warga terdampak banjir yang ada di pengungsian.
“Sudah ada dapur umum dari BPBD, tetapi kalau lihat lokasi di sini, ini terlalu jauh dari dapur umum BPBD. Harus dibikin dapur umum kedua untuk dua desa. Saya sudah koordinasi dengan PSM Rengasdengklok Utara, Bu Aan untuk dibuatkan dapur umum di sini,” tuturnya.

Masih menurut Cellica selain bantuan logistik, langkah penanganan banjir Rengasdengklok dalam jangka pendek adalah Pemkab akan melakukan proses pengeringan genangan air dengan menggunakan mesin pompa.

“Karena kalau tidak di pompa, genangan air ini membutuhkan waktu dua bulan untuk benar-benar surut. Secara solusi ini harus dipikirkan bersama antara Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pemerintah Pusat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, tiga desa di Kecamatan Rengasdengklok, banjir. Sehingga ribuan jiwa masyarakat menjadi korban dan sebagian lainnya harus terpaksa mengungsi, Minggu (23/2/2020). (bbs/rie/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here