KARAWANG– Hasil sistem hitung cepat Komisi Pemilihan Umum dan sejumlah lembaga survei menyatakan pasangan calon (paslon) nomor urut dua Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh unggul dari dua pasangan calon lainnya.
Berdasarkaan perhitungan sementara KPU Karawang, pasangan Cellica-Aep hingga pukul 18.19 WIB memperoleh suara 58,6%.
Lawannya pasangan nomor urut 01, Yesi Karya Lianti-Adly Fayruz memperoleh 13,9% dan pasangan nomor urut 06, Ahmad Zamakhsyari mendapat 27,5%.Namun demikian hasil perolehan suara tersebut baru berasal dari 18 TPS. Padahal total TPS di Pilkada Karawang 2020 berjumlah 4451 lokasi.
Hasil hitung cepat lembaga survey Indikator dengan data masuk sebesar 99.50 persen pada pukul 16.08 WIB, hasilnya Cellica-Aep unggul 60,16 persen.
Sedangkan, paslon nomor urut satu Yesi Karya Lianti-Ahmad Adly Fairuz memperoleh 10,7 persen dan paslon nomor urut tiga Ahmad Zamakhsyari-Yusni Rinzani memperoleh 29,14 persen. Margin of error dari hitung cepat Indikator disebutkan sebesar 1,63 persen. Sementara tingkat partisipasi pemilih mencapai 70,40 persen.
Menanggapi hasil tersebut, pasangan Cellica-Aep menyatakan tidak akan merayakan euforia kemenangan berlebihan.

Mereka juga mengimbau simpatisan dan pendukungnya tidak melakukan perayaan kemenangan. “Sebelum ada penetapan resmi KPU, kami sangat berharap seluruh tim menahan diri. Tidak ada euforia dan perayaan berlebihan,” kata Cellica kepada pers di Sekretariat Pemenangan Cellica-Aep, Kawasan Bisnks Grand Taruma, rabu (9/12/2020) kemarin.

Cellica mengaku, akan langsung bekerja dan melaksanakan tugas sebagai Bupati Karawang, Kamis (10/12/2020). Dia menyatakan tak akan berlibur saat menunggu pengumuman resmi dari KPU Karawang.

“Masa cuti saya sudah habis. Kerja-kerja politik berhenti setelah Pilkada ini. Besok mulai masuk lagi menjalankan kewajiban sebagai bupati,” katanya.
Sementara calon wakil bupati, Aep Syaepuloh mengaku akan menunggu waktu pengumuman di rumah saja. Dia akan mengisi waktu bersama anak, istri, dan keluarganya. (bbs/mhs)

Indomatrik: Infrstruktur Politik Petahana Terlalu Dominan

DIREKTUR riset embaga survei Indomatrik Husin Yazid menjelaskan, keunggulan versi hitung cepat pasangan Cellica –Aep menguatkan dominannya infrastruktur politik paslon petahana. Sehingga di detik- detik akhir pilkada pasangan lain seolah tak berdaya mengimbanginya.
Tanpa menyebut detail jenis infrastruktur yang dipakai petahana, Husin menyebut terjadi mobilisasi yang massif terhadap pemilih dari paslon petahana tanpa diimbangi mobilisasi serupa dari paslon Jimmy –Yusni dan paslon Yessy –Adly.
Sementara itu saat merilis hasil hitung cepatnya di depan puluhan awak media, Husin menjelaskan sampai suara masuk 75 persen, pasangan Cellica –Aep unggul dengan 59,71 persen suara, paslon Jimmy-Yusni dengan 27, 5 persen suara dan pasangan Yessy-Adly dengan 12, 77 persen suara.
Dijelaskan Husin, hitung cepat ini dilakukan dengan dengan mengambil sampel di 220 TPS di 110 desa/keluarahan, di 110 RW, 220 RT dengan margin error error 1 persen dan dengan tingkat kepercayaan 99 persen 99.
Dengan sisa suara 25 persen dan sebarannya yang hampir sama, bisa dinyatakan hasil akhirnya akan sama atau tidak banyak berubah. (wyd/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here