KPU MATANGKAN TEMA MATERI DAN JADWAL PELAKSANAAN

KARAWANG– Pemilihan bupati Karawang tinggal menyisakan waktu kurang dari dua bulan. Salah satu yang paling dinantikan oleh publik adalah proses debat para calon bupati-wakil bupati. KPU Karawang mengonfirmasi pelaksanaan debat cabup-cawabup di Karawang hanya akan dilangsungkan satu kali atau sekali putaran. Semua paslon harus matangkan persiapakan: tak ada hari pembalasan–jika tersudut di debat pertama dan terakhir itu.
Ketua KPU Karawang, Miftah Farid kepada KBE menuturkan debat yang cuma sekali dilakukan ini sedang dimatangkan seluruh persiapannya.
“Pelaksanaanya cukup satu kali saja. Waktunya masih kami bahas,” kata Miftah, selasa (27/10/2020) via pesan WhatsApp.
Soal tema besar yang akan menjadi materi debat calon pun, Miftah mebuturkan masih mematangkannya. Ia belum memberikan bocoran tema apa yang akan dijadikan tema bahasan.
Namun jika melihat tren pilkada di daerah lain tema yang dibahas pertama kali yakni soal materi pengendalian pandemi covid-19. “Sedang kami matangkan (teman debat,red). Nanti diskusi ke kantor saja,” ajak Farid kepada KBE.
Sosialisasikan Surat Suara
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang juga telah bersiap memproduksi surat suara untuk Pilkada Karawang 2020 yang akan dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.
Spesimen atau sampel surat suara telah disosialisasikan kepada masyarakat. Dalam sampel surat suara Pilbup Karawang 2020, pasangan nomor urut 1, Yesi Karya Lianti dan pendampingnya Ahmad Adly Fayruz tampil dengan nuansa merah putih. Yesi nampak mengenakan kemeja putih dengan hijab warna merah. Tampak serasi, Adly mengenakan kemeja putih berkerah.

Sementara pasangan nomor 2, Cellica Nurrachadiana mengenakan dress dan jilbab warna biru. Sedangkan pendampingnya, Aep Syaepuloh mengenakan kemeja putih dengan aksen biru.

Adapun pasangan nomor 3, Ahmad Zamakhsyari dan Yusni Rinzani kompak mengenakan setelan warna putih. Bedanya, Jimmy memakai kopiah hitam, sedangkan Yusni mengenakan kerudung krem.
Komisioner Divisi Teknis KPU Karawang, Kasum Sanjaya menuturkan, sampel surat suara itu telah disepakati ketiga kandidat. Alhasil, desain surat suara ini yang akan dicetak KPU pusat sebagai logistik Pilbup Karawang 2020.

“Spesimen ini telah disepakati. Namun, ada sedikit edit di foto. Misalnya kecerahan atau saturasinya,” kata Kasum, Senin (19/10/2020).

Dia menuturkan, saat pelaksanaan nanti, akan dikirim sekira 1.684.577 surat suara ke Karawang. Jumlah itu terdiri dari jumlah daftar pemillih tetap (DPT), sebanyak 1.643.490 lembar ditambah 2,5 persen atau 41,087 lembar untuk cadangan. 
“Tambahan sekitar 2,5 persen itu bisa digunakan apabila ada surat suara yang rusak atau untuk pemilih yang masuk DPK (Daftar Pemilih Khusus),” jelas Kasum. 

Kebijakan itu, kata Kasum sudah diatur dalam Pasal 350 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, disebutkan bahwa jumlah surat suara di setiap TPS menyesuaikan dengan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan ditambah dua persen. (mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here