KARAWANG – Ketua Komisi 3 DPRD Karawang, Endang Sodikin menyebut banjir yang melanda Kabupaten Karawang saat ini merupakan banjir kiriman dari Kabupaten Bogor dan Bandung. Selain itu juga karena kurangnya saluran drainase yang ada di perkotaan.
“Drainase yang ada hanya berjalan atau mengalir ke drainase pembuangan air yang lama dan tidak ada saluran pembuangan yang baru,” ucapnya kepada KBE, Selasa (25/02).
Dikatakannya, kaitan dengan banjir di Karawang itu pada umumnya adalah kiriman, mengapa dermikian, karena banjir di Karawang terjadi di mana-mana. Kalau Bogor banjir, Karawang juga pasti banjir.
“Malah banjir kiriman ini memang sudah hal yang tidak aneh,” ucapnya.
Oleh karena itu, menurutnya, perlu ada sinergitas yang baik antar stakeholder terkait mulai dari tingkat kepala dusun, RT/RW, Desa/Kelurahan sampai ke Kabupaten. Dalam menangani pemasalahan banjir ini.
“Adalah suatu keniscayaan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang membangun banyak embung untuk menampung air kiriman dari Kabupaten lain.
Pemerintah memang akan membangunkan sebuah embung, namun di tahun 2021 mendatang di wilayah Pakisjaya, itu pun dengan menggunakan anggaran APBN,” ucapnya.
Lanjut Politis partai Gerindra ini, permasalahan banjir ini adalah permasalahan klasik, dan dinas teknis harus bisa menzonasi mana wilayah rawan banjir mana yang tidak, diperkotaan atau di pelosok.
“Kami meminta Bupati Karawang segera menetapkan SK kaitan drainase. Karena selama ini pembuangan air hanya ditumpukkan kepada drainase utama di badan jalan. Kami berharap segera dibuat SK Bupati tentang drainase ini, agar banjir ini ada solusi yang terbaik,” ucapnya.
“Penataan drainase saat ini tidak teratur makanya harus dibuatkan SK, untuk betul-betul membuat saluran drainase dan saluran pembuangan berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat,”pungkasnya. (gie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here