Geger Lagi Kasus PDAM

0

Pengacara Novi Sebut Bupati

KARAWANG– Kepolisian Resor Karawang telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran air baku PDAM Tirta Tarum ke PJT II Citarum, ketiganya adalah dua eks Direktur dan Kasubbag KAS.
Namun sampai hari ini nama-nama penerima aliran uang belum tersentuh oleh penyidik. Bahkan kuasa hukum salah satu tersangka menuding penyidik menghilangkan nama-nama penerima dari unsur pejabat, politisi dan penegak hukum di BAP kliennya. 
Tiga tersangka itu eks Dirut, Yogie Patriana Alysyah, eks Dirum, Tatang, dan Kasubag KAS, Novi Farida. Ketiganya sudah ditahan. Kuasa hukum Novi Farida, Asep Agustian menilai kasus yang menjerit kliennya sangat janggal. Novi disangkakan pidana korupsi juncto Pasal 55 KUHP yakni turut serta melakukan tindak pidana korupsi namun pihak lain yang turut serta kata Askun gelap alias disumirkan. 
“Kenapa para penikmat uang ini tidak ada di dalam BAP, padahal klien saya pada saat di BAM mebeberkan semua penerima uang itu, ada apa ini, kok bisa begini, ini yang saya maksud hukum dalam kasus ini sumir,” katanya. 
“Saya meyakini kepada klien saya bahwa uang tersebut itu diberikan kepada pejabat, birokrat dan penegak hukum, bahkan untuk Bupati dan Dewan. Saya meyakini karena klien saya bercerita dengan bukti yang ada,” timpalnya. 
Novi sendiri disangkakan turut serta dalam skandal dugaan korupsi yang ditaksirr merugikan keuangan negara Rp 2,9 Miliar ini lantaran menjadi orang atau pesuruh yang mengantarkan uang-uang yang harusnya dibayarkan ke PJT II tapi masuk ke kantong-kantong banyak orang. Darimulai pejabat kelas coro sampai pejabat teras. Itu juga yang menjadi alasan Askun mendorong jaksa menolak limpahan berkas dari kepolisian jika tak ada kepala baru atau tersangka baru yang diseret.
“Saya minta Jaksa tolak berkas dari kepolisian, dan minta tambah kepala baru,” kata Askun. 
Lebih lanjut Askun pun mempertanyakan kenapa pihak kepolisian yang sejak beberapa bulan lalu menjanjikan akan segera membuka ke publik nama-nama tersangka, namun sampai kliennya ditahan tak pernah ada ucapan apa pun dari kepolisian ke publik. 

Bukti Aliran Duit

Di hadapan awak media, Askun turut memperlihatkan bukti-bukti penerimaan dan pemberian duit PDAM kepada banyak pihak yang tanda terima duitnya tersimpan rapi di tangan Novi. Askun tak memperlihatkan semua. Hanya sebagian saja. Namun, ada beberapa nama yang oleh awak media kenal di catatan itu. 

Askun bahkan menyebut, ada bukti aliran duit ke oknum penegak hukum, anggota Dewas bahkan bupati. Ia tak sedikitpun mengoreksi pernyataannya. Artinya, konsekuensianya siap dia buktikan atas apa yang ia ucapkan soal aliran uang ini. 

“Saya minta tambah kepala (tersangka baru), karena clien saya hanya diperintahkan untuk si A, B, dan C, karena di atas klien saya itu masih ada Kabag,” katanya.

Yang juga menarik, laporan penerimaan dan aliran duit yang ada di tangan Novi itu ditulis di sebuah kertas karton dengan tanda tangan penerima atau tanda tangan pegawai dari PDAM. Artinya, sejak bertahan-tahun manajemen pasar diterapkan di perusahaan plat merah sekelas PDAM Tirta Tarum. Hal ini perlu pengembangan kasus lebih lanjut lantaran tak ada yang tahu bagaikan RUPS berlangsung dari tahun ke tahun saat manajemen keuangan di tubuh PDAM sangat amburadul. 

Sebagaimana diketahui, Sebelumnya Polres Karawang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat PDAM Tirta Tarum Karawang terkait dugaan korupsi senilai Rp 2,9 miliar. Kas PDAM mengeluarkan uang Rp2,9 miliar untuk membayar hutang pembelian air baku ke Perum Jasa Tirta (PJT) 2. Hanya saja uang tersebut bukan langsung dibayarkan, malah dijadikan bancakan. Sejumlah pejabat PDAM termasuk pejabat Pemkab dan anggota DPRD disebut-sebut menerima uang tersebut. (mhs) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here