Gugus Tugas Ngeluh

0

PSBB Sudah Tahap III, Masyarakat Malah Tambah Cuek

KARAWANG-Setelah 10 hari PSBB Jabar tahap III yang juga dilaksanakan di Kabupaten Karawang, Tim Gugus Tugas Covid-19 setempat merekam masih banyak masyarakat yang seolah tidak mempedulikan situasi pandemik Covid-19.
Hal itu terlihat dari masih banyaknya aktivitas warga yang tak banyak berubah sebelum dan saat situasi pandemik ini. Banyak yang di luar rumah tanpa mengenakan masker, tidak berjaga jarak, kemacetan serta kerumunan di tempat umum.
Menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana, kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Mengingat Kabupaten Karawang ini sekarang sedang bersiap menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal yang perlu menerapkan protokol kesehatan dihampir seluruh aktivitas dengan disiplin.
Padahal Gugus Tugas Karawang terus bekerja keras agar Kabupaten Karawang berstatus zona biru, dan tak perlu lagi melanjutkan PSBB serta beralih menuju AKB.
“Maka kami sangat berharap agar masyarakat patuh menjalani anjuran dari pemerintah. Di AKB ini protokol kesehatan harus menjadi gaya hidup yang diterapkan masyarakat,” ujarnya, Selasa (9/6/2020).
Ia menjelaskan, untuk berstatus zona biru ini terdapat 8 indikator yang dilihat, seperti jumlah PDP, OPD, OTG, mobilitas warga termasuk tingkat kepatuhan masyarakat. “Kami tak pernah bosan memberikan imbauan bagi masyarakat,” tegasnya.
Waspadai Pasar
Sementara itu munculnya kasus positif corona virus disease (Covid-19) di lingkungan pasar tradisional menunjukkan potensi penularan bisa berlangsung di lokasi tersebut.
Sedikitnya 700 pasar tradisional di Jabar menjadi fokus deteksi Covid-19 selama dua pekan ke depan, kepala daerah diminta secara massif melakukan pengawasan di pasar tradisional dan pasar modern sebagai sumber penyebaran virus tersebut.
Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai memantau pelaksanaan rapid test di salah satu supermarket di Jalan Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Selasa 9 Juni 2020. Ridwan Kamil sekaligus mengecek penerapan protokol kesehatan di toko modern tersebut.
“Zona perdagangan harus diwaspadai, ada 700 pasar didatangi, 500 pasar tradisional pemerintah dan 200 swasta. Kita fasilitasi 2 kendaraan, gelar rapid test dan nanti yang reaktif langsung di swab test. Karena keterbatasan PCR makanya diatur efektif efisien,” ujarnya.
“Hasil di Cimahi, pertokoan cenderung nol kasus. Tapi justru di pasar tradisional yang ada kasus, seperti kemarin Pasar Antri. Makanya kita minta kepala daerah kab/kota fokus ke pengawasan di pasar tradisional untuk memastikan keselamatan masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Emil mengaku belum mendapat rekapan data pasar tradisional se-Jabar yang terpapar Covid-19.
Pemprov. Jabar menargetkan tiap pekan bisa melakukan tes covid terhadap 10.000 sample.”Untuk jumlah berapa ke pasar enggak hafal, tapi arahan standar Jabar per 7 hari 10.000 tes covid. Mayoritas difokuskan di pasar 2 minggu ke depan,” ujarnya. (rie/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here