KARAWANG – Identitas korban pembunuhan di saluran air sawah Dusun Kesemeuk, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon akhirnya terungkap. Korban bernama Fathan Ardian Nurmiftah, mahasiswa semester III Universitas Telkom Bandung, yang sebelumnya dikabarkan korban penculikan.

Menurut Ayah korban, Kadiman merupakan salah satu pejabat Perum Peruri mengakui bahwa kasus pembunuhan yang ditemukan di dearah Cilamaya adalah anaknya yang beberapa hari ini dicari.

Berdasarkan ciri-ciri yang ada di tubuh korban. “Saya lihat sejumlah ciri dari anaknya seperti gigi bagian depan ada yang patah sebagian dan ada luka lama di bagian punggung anaknya. Anak saya ada luka dibagian belakang dan giginya juga patah. Ternyata ciri tersebut sama dengan jenazah itu,” ujarnya, Kamis (14/1/21)

Setelah mengetahui jasad yang terbujur di kamar mayat RSUD Karawang, merupakan anaknya Kardiman tidak kuasa menahan sedih dan langsung masuk kedalam mobil. Keluarga langsung membawa pulang kerumah. “Jenazah biar nanti diurus, sekarang kita antar pulang aja,” ungkap salah satu keluarga korban.

Kardiman bersama anggota keluarga lainnya datang ke ruang jenazah RSUD Karawang, Rabu (13/1/21) sore setelah ada pemberitaan pembunuhan di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon. Dia datang ke RSUD untuk memastikan jenazah korban pembunuhan adalah anaknya. “Ciri-cirinya sudah mirip anak saya,” kata Kardiman sambil terisak.

Sebelumnya, masyarakat Dusun Kecemeuk, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang digemparkan dengan penemuan mayat dibungkus kasur di tengah saluran air. “Tadi pagi ditemukannya sekitar jam 6 pagi,” ungkap Gunawan (23) warga sekitar di lokasi kejadian Jalan Syeh Quro, Rabu (13/1/2021).

Lanjut Gunawan, posisi mayat yang diduga laki-laki itu menggunakan pakaian hitam. Dengan wajah penuh lebam terbujur kaku dengan tangan tangan diikat tali. “Tubuhnya gemuk, keliatan penuh lebam wajahnya,” ungkapnya. (rie/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here