Duka mendalam masih menyelimuti para santri dan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. 

KARAWANG – Duka mendalam masih menyelimuti para santri dan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon.  Pasca musibah kebakaran hebat yang menewaskan delapan santi tahfiz qur’an disana. 
Sehari pasca kejadian mengerikan itu, ucapan bela sungkawa terus mengalir ke pondok pesantren yang dipimpin Kiai Agus Abdullah itu. Tak hanya ucapan bela sungkawa, sejumlah bantuan pun mulai berdatangan. Mulai dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Pengurus PBNU, hingga Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. 
Kepada KBE, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khoirot, Kiai Agus Abdullah menuturkan, musibah kebakaran yang terjadi pada Senin, (21/2) kemarin tidak hanya memporak-porandakan bangunan pesantren. 
Diakui Kiai Agus, peristiwa itu juga telah menghancurkan hati para santri dan guru di pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1948 ini. Untuk menghilangkan bekas luka itu, pimpinan Ponpes Miftahul Khoirot memutuskan untuk meliburkan aktivitas di pondok hingga satu minggu ke depan. 
“Saya minta doanya dari muslimin muslimat sekalian, mudah-mudahan anak-anak ku yang meninggal dalam kejadian ini mati dalam keadaan syahid husnul hotimah,” ucap Kyai Agus, selasa (22/2/2022) . 
Dengan suara yang masih bergetar, Kiai Agus berusaha keras mengingat-ingat peristiwa mengenaskan itu. Menurutnya, dugaan sementara dari kepolisian kebakaran terjadi karena korsleting listrik dari kipas angin di kamar santri laki-laki. 
Saat itu, kata dia, para pengurus dan pengasuh ponpes sedang istirahat. Begitu pun dengan delapan santri yang menjadi korban. Kejadiannya yang sangat cepat dan tiba-tiba, membuat para santri dan pengasuh panik. Hingga akhirnya mereka tak bisa menyelamatkan delapan santri di kamar atas yang sedang tidur. 

“Para pengurus sedang istirahat, (begitu terjadi kebakaran,red) semuanya sibuk menyelamatkan yang di bawah. Hingga kita tidak sadar di atas masih ada yang tidur,” ungkap Kiai Agus. 
Akibat kejadian ini, dua gedung asrama di lantai dua Ponpes Miftahul Khoirot hangus terbakar. Diantaranya kamar santri laki-laki dan kamar santri perempuan di lantai atas. Beruntung saat kejadian tidak ada santri perempuan yang tidur di lantai atas. 
“Saat kejadian santri putri ada du lantai bawah, sebagian di majelis sedang mengaji,” katanya. 
Mewakili seluruh pengurus Ponpes Miftahul Khoirot, Kiai Agus mengucapkan bela sungkawa atas kepergian delam santrinya. Kepada para orang tua santri diminta untuk bersabar dan mengikhlaskan kepergian putranya. Dia berharap, delapan santrinya itu meninggal dalam keadaan syahid dan diterima amal ibadahnya selama belajar agama di pondok pesantren. 
“Kepada orang tua, keluarga dan handai taulan, semoga diberikan kesabaran dan kelapangan dari Allah Swt,” harapnya. 
Di sisi lain, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana berjanji akan memperbaiki gedung pesantren yang terbakar. Dia berharap, aktifitas Ponpes Miftahul Khoirot bisa segera pulih. 
“Dalam waktu dua minggu ke depan, setelah olah TKP selesai, akan membantu pembangunan asrama yang hari ini terjadi kebakaran. Dibantu oleh TNI dan Polri,” tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum didampingi Kepala Cabang BJB Karawang, Maman Rukmana serahkan bantuan musibah kebakaran untuk Pondok Pesantren Miftahul Khoirot sebesar Rp 100 juta. Bantuan dari Bank Jabar Banten (BJB) itu diserahkan secara simbolis kepada para korban dan pengasuh Ponpes. 
UU mengatakan, Pemprov Jawa Barat sangat prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di Ponpes Miftahul Khoirot dan telah mengakibatkan ada 8 korban tewas dan 3 korban luka-luka yang kini dirawat di rumah sakit.
“Selain itu, Pemprov juga berkomitmen untuk membantu semua pihak dalam mengatasi musibah ini,” ucap Uu. (wyd/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here