Iurie Dipulangkan Paksa ke Moldova

0

KARAWANG- Siapa yang tak kenal Archan Iurie. Pelatih sepak bola asal Moldova yang berkari di Indonesia ini menjadi salah satu pelati luar yang namanya terbilang paling familiar. Hal itu lantaran rekam jejaknya yang ditunjuk sebagai juru racik berbagi kesebelasan dengan nama besar. Salah satunya Persib Bandung.
Namun isu tak sedap kini muncul. Archan Iurie kini ‘gigit jari’ dia dideportasi atau dipulangkan paksa oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang akibat melanggar ketentuan masa berlaku Izin Tinggal. Iurie pun kembali ke negara asalnya Moldova pada pertengahan Juli 2021 lalu.
“Kami deportasi pada 16 Juli 2021, menggunakan pesawat Turkis Airlines dan transit di Istambul, kemudian melanjutkan ke Moldova,” kata Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penindakan Imigrasi Kelas 1 Non TPI Karawang, Adrian Nugroho, Selasa (14/9/2021).
Adrian mengatakan, Iurie dan VE melanggal Pasal 78 ayat 3 tentang Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ia telah overstay sejak Tahun 2019. “Kita memberikan saksi deportasi dan penangkalan,” jelasnya.
Kepada penyidik, Iurie mengaku mengetahui izin tinggal tetapnya (Kitap)-nya habis pada 2019. Namun ia tak dapat membayar denda overstay dan mengalami sejak Tahun 2018.
Lanjut Adrian, pemulangan paksa terhadap kedua Warga Negara Asing (WNA) tersebut diawali adanya laporan dari Kepala Sub Seksi Izin Tinggal Keimigrasian. Perihal permohonan layanan WNA oleh penjamin dari WN Moldova berinisial AI (56).
“Kami memperoleh informasi dari Sub Seksi Izin Tinggal Keimigrasian, bahwa terdapat pemohon berinisial SFS yang merupakan istri sekaligus penjamin AI ingin mengajukan permohonan perpanjangan Izin Tinggal Tetap (ITAP),” ungkapnya.
Namun, setelah dilakukan pendalaman, ditemukan bahwa masa berlaku izin tinggal AI telah habis masa berlakunya sejak 17 Oktober 2019. Sementara itu, untuk WN Rumania bernisial VE (42) telah habis masa berlakunya sejak 14 April 2019.
“SFS menyampaikan kepada kami bahwa AI sakit, sehingga terlewat pengurusan perpanjangan izin tinggalnya,” ujarnya.
Mendapatkan keterangan tersebut, Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian beserta Sub Seksi Izin Tinggal Keimigrasian melakukan koordinasi dengan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Winarko.
Dari hasil koordinasi tersebut, diperoleh hasil bahwa perlu dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap SFS selaku penjamin, AI dan VE. Iurie resmi melatih Persib pada 2006 hingga 2007.
Pelatih kelahiran 15 November 1964 ini sukses meracik skuat Maung Bandung dengan striker mumpuni, seperti Redouane Barkaoui dari Maroko, Zaenal Arif, dan Christian Bekamenga dari Kamerun. Bahkan Iurie mampu membawa Persib Bandung juara paruh musim.
Selain Persib dan Persija, Iurie juga melatih Persik Kediri, Persebaya, Semen Padang, bhayangkara FC, perseta Tangerang, Madura FC, Borneo FC, Cilegon FC, Dispora Aceh, dan terakhir Persatuan Sepakbola Manokwari. (rie/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here