JALAN RUSAK: Perbaikan jalan rusak Alanglanang-Pasitputih, di Desa Rawagempol Kulon (Rakul), Kecamatan Cilamaya Kulon, belum rampung di ujung tahun 2020 ini.

JANJI DIBENAHI TAHUN INI, MUNDUR KE TAHUN 2021

KARAWANG– Perbaikan jalan rusak Alanglanang-Pasitputih, di Desa Rawagempol Kulon (Rakul), Kecamatan Cilamaya Kulon, belum rampung di ujung tahun 2020 ini.
Padahal sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, melalui Dinas PUPR Karawang berjanji, perbaikan jalan itu rampung di tahun ini.

Jalan yang menghubungkan Kecamatan Cilamaya Wetan dengan Cilamaya Kulon itu kondisinya sangat memperihatinkan. Diketahui, jalan tersebut sudah rusak selama bertahun-tahun.

Kepada KBE, Kepala Desa Rakul, Sirad melalui sekertarisnya, Dedi menuturkan, harusnya perbaikan jalan itu rampung tahun ini. Setelah komunikasi dengan Dinas PUPR Karawang, pihaknya mendapat informasi, jika anggaran perbaikan jalan tersebut kena refocusing covid-19. Alhasil, di tahun ini, perbaikan itu gagal rampung alias tetap dibiarkan rusak.

“Kerusakannya sekitar 300-400 meteran lagi. Katanya tahun ini kena covid,” ujarnya, saat dihubungi KBE, Minggu, (29/11/2020) kemarin.

Dedi melanjutkan, menurut keterangan Kepala UPTD PUPR setempat, tahun ini tetap akan ada pengerjaan pembangunan. Meskipun ia tak mengetahui, berapa panjang bangunan tersebut.

“Kalau soal spesifikasi mungkin biar pihak UPTD yang menjelaskan,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD PUPR Wilayah lll Karawang, Ujang membenarkan, jika perbaikan jalan Alanglanang-Pasirputih gagal rampung tahun ini karena pandemi Covid-19.

Ia menuturkan, pihak Pemkab Karawang di tahun 2021 akan merencanakan ulang pembangunan jalan tersebut. Kata dia, perbaikannya bakal tuntas di tahun depan.

“Betul begitu, karena anggarannya terdampak Covid. Tapi sudah dianggarkan di tahun 2021, memang rencananya rampung tahun depan,” kata Ujang.

Ujang bilang, di akhir tahun 2020 ini. Jalan Alanglanang-Pasirputih masih mendapat anggaran Rp. 200 juta. Pekan ini, kata dia, dari sisa anggaran tersebut. Rencananya perbaikan jalan sepanjang 80-90 meteran, akan direalisasikan.

“Tapi bukan berarti tidak ada pembangunan sama sekali. Tahun ini ada Rp. 200 juta. Untuk panjang jalan 90 meteran, dengan lebar jalan 5 meter,” imbuhnya.

Sebelumnya, masyarakat dan pengguna jalan tersebut protes. Lantaran lambannya perbaikan jalan yang sudah rusak parah itu. Terlebih, di saat musim hujan seperti ini. Jalan menjadi genangan air. Dan membahayakan pengendara yang melintas.

“Itu dari tahun ke tahun di undur terus pembangunannya. Sebenarnya kenapa sih?,” tanya pengguna jalan yang bernama Sandi.

Warga lain, Muhammad Darmawan mengatakan, akibat rusaknya jalan tersebut. Tak sedikit pengusaha di Cilamaya yang mengalami kerugian.

“Mobil angkut jadi sering rusak karena jalannya jelek. Harapannya segera di bangun lah. Itu sudah terlalu lama dibiarkan,” keluhnya. (wyd/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here