KARAWANG- Komisi II DPRD Kabupaten Karawang sambangi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang, Kamis (20/2).


Berbagai pembahasan pun dilakukan, seperti yang diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Natala Sumedha, di antaranya adalah menanyakan evaluasi soal Build Operate and Transfer (BOT) untuk pasar-pasar yang belum terealisasikan, seperti Pasar Baru Karawang dan Pasar Rengasdengklok.
“Kami juga menanyakan terkait progres penagihan piutang untuk kontribusi dari masing-masing pasar yang di-BOT-kan,” ujarnya usai melakukan kunjungan kerja tersebut, Kamis (20/2).

Di sisi lain, Natala menambahkan, pihaknya juga mendukung penuh supaya Pemerintah Daerah dapat membangun pasar-pasar tradisional tanpa melalui proses kerjasama, yaitu dengan menggunakan APBD I atau melalui DAK dan APBD II.
“Kami juga memastikan pasar-pasar kaget atau pasar tumpah yang ada di perumahan-perumahan itu menjadi kewenangan siapa? Karena banyak fasos fasum yang diserahkan Pihak Perumahan tetapi pasar tumpah tersebut tidak diserah terimakan pengelolaannya kepada Pemerintah Daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, masih Natala menambahkan, terkait pendapatan dari Hasil Tera dimana saat pertemuan sebelumnya, ketika masih dipimpin oleh Djojo Widjojo, pihaknya meminta agar Disperindag membuka komunikasi dengan PDAM dan PLN. Dimana dari sisi meteran PDAM dan PLN, perlu dilakukan penteraan sehingga tentunya ada pendapatan yang masuk bagi Kabupaten Karawang.
“Terakhir yang Kami bahas adalah, meminta Disperindag untuk mengevaluasi toko-toko minimarket, seperti Alfamart, Indomaret dan sejenisnya, kaitan jam operasional khususnya yang berada di pelosok-pelosok desa,” pungkasnya. (kbe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here