BILIK STERILISASI: Inilah bentuk bilik sterilisasi yang dibuat oleh Pemdes Purwadana. Tempat ini dimaksudkan sebagai langkat cepat mencegah penyebaran Covid 19.

Melihat dari Dekat Bilik Sterilisasi di Desa Purwadana Telukjambe Timur

Sebagai langkah cepat antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19), Pemerintah Desa Purwadana Kecamatan Telukjambe Timur membuat bilik sterilisasi bagi masyarakat.  Bagaimana penggunannya?

KEPALA Desa Purwadana, E. Heryana menjelaskan, pembuatan bilik sterilisasi ini dilakukan secara swadaya dengan tujuan aparat desa dan masyarakat yang melakukan pelayanan tidak terkena virus Covid-19 karena disterilisasi dahalu di dalam bilik tersebut. 
“Tentang musibah virus Covid- 19 ini, kita tidak perlu panik, tapi kita harus waspada dan melakukan upaya, salah satunya membuat inovasi bilik sterilisasi,” ungkapnya kepada KBE.

Dikatakannya, sebagai kepala desa dirinya melakukan upaya antisipatif, pemerintah desa 
Purwadana bergerak cepat melakukan langkah-langkah dengan menggunakan dana talang kepala desa, yang berpedoman kepada instruksi presiden yang nantinya akan diambil dari dana desa. 

“Yang kedua yaitu melakukan pengayaan secara rutin karena sekarang belanja besar kepada toko toko penyedia obat seperti yang kita lihat ini susah. Saya gerakan PKK untuk beli, satu orangnya dapat 3 atau dapat 4, bukan tujuan untuk mebimbun,” ujarnya. 

Lanjutnya, juga melakukan pengayaan drum alat penyemprotan sejumlah 5 yang dengan sistem elektrik, dan saat ini sudah dibagikan ke dusun-dusun. Artinya operasi penyemprotan desinfektan melalui dusun-dusun. 

“Kita menghimpun kekuatan keswadayaan masyarakat, karena pengadaan barang susah sehingga masyarakat diimbau untuk berswadaya mengumpulkan bahan yang alhamdulilah sebagai sampel kita sudah lakukan di Festivale,” ujarnya. 

Masih kata E.Heryana, pihaknya juga melakukan wawar kepada masyarakat agat masyarakat tetap tenang dan waspada dan tidak panik. 

“Saya berharap kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang untuk sesegera mungkin melakukan penyemprotan baik melalui udara atau darat diarea-area umum seluruh jalan jalan desa Purwadana,” ujarnya. 

Juga, agar Pemkab melakukan distribusi bahan-bahan antisipasi virus  ke desa-desa. Pasalnya barangkali jikalau melalui pemerintah Kabupaten akan lebih bisa meyakinkan kepada para distributor barang termasuk juga masker. 

“Saya pesan masker belum juga dapat, harganya katanya Rp 300.000 untuk 50 pcs masker. Kami berharap Pemkab Karawang bisa turun tangan untuk membantu kami,” pungkasnya. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here