APLIKASI : Sekdin DP3A Karawang, Amid (tengah) sedang foto bersama dua stafnya di kantor. 

Identitas Korban Dijamin Aman

Warga Karawang tengah gembira menanti Aplikasi Si Pelapor. Bagaimana tidak, aplikasi garapan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Karawang itu memang sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Aplagi saat ini tren lsus kekerasna dan pelecehan seksual kepada anak dan perempuan sedang meningkat.

SEPERTI diketahui, selama ini ada banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tidak tercatat. Hal itu terjadi, karena dua faktor penyebab. Yaitu, sulitnya korban kekerasan menjangkau Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Tak sedikit juga, korban kekerasan yang malu untuk melapor.
Setelah melalui proses yang cukup panjang. Akhirnya aplikasi yang diberi nama Sistem Informasi dan Pelaporan (Si Pelapor) bagi korban Kekerasan Perempuan dan Anak itu, sudah memasuki tahap akhir. Kepada KBE, Plt Kepala DP3A Karawang, Abdul Aziz, melalui Sekretarisnya Amid menuturkan, aplikasi Si Pelapor ini bukan merupakan barang baru di bidang penindakan = kekerasan PPA.

Kata Amid, program ini sebenarnya sudah digarap sejak tahun 2019 silam. Namun, karena banyak mengalami dinamika yang rumit. Akhirnya, aplikasi buatan warga Karawang itu baru siap diluncurkan pada tahun 2021 ini.

“Insya Allah akan di launching tahun ini. Kami inginnya secepatnya, saat ini aplikasi itu sedang memasuki persiapan tahap akhir. Nanti sebelum launching, akan kita lakukan uji publik dulu,” ujar Amid, saat berbincang dengan KBE, Rabu, (31/3/2021) di Kantor P2TP2A Karawang.

Amin menjelaskan, issu kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini sedang jadi pembahasan hangat di Karawang. Pasalnya, belum lama ini. Polres Karawang baru saja mengungkap 8 kasus kekerasan terhadap anak. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Pada banyak kasus, kata Amid, korban kekerasan, baik yang dialami perempuan mau pun anak. Enggan melaporkan pada pihak-pihak terkait karena merasa malu.

“Atas dasar itu aplikasi ini kami rancang untuk merahasiakan identitas korban kepada publik. Sehingga diharapkan, korban kekerasan ini tidak sungkan untuk melapor,” kata Amid.

Dengan tagline, Mudah, Murah, dan Tanggap. Amid mengklaim, aplikasi Si Pelapor ini akan efektif dan efisien dalam menindak kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selain sistemnya yang sudah canggih dan mudah di jangkau publik. DP3A Karawang juga sudah menyiapkan Satgas P2TP2A di tiap kecamatan. Sehingga, jika ada laporan masuk ke dalam aplikasi ini. Akan dengan cepat korban kekerasan itu ditangani.

“Pokoknya, setiap ada pelaporan yang masuk. Tidak akan lebih dari 24 jam, kami akan menjangkau ke rumah korban,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Diah Handini menambahkan, selain sebagai wadah pelaporan untuk masyarakat. Aplikasi ini juga dirancang untuk mencatat data korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Karawang.

Diah menjelaskan, selain bisa di akses melalui ponsel android. Ada beberapa macam keunggulan yang dimiliki aplikasi tersebut. Diantaranya, data diri akan di simpan dengan aman, tindak kekerasan bisa cepat dijangkau, dan yang paling penting, membuat korban kekerasan mudah dalam membuat laporan. Tanpa harus merasa takut dan malu.

“Tidak kalah penting juga, nantinya tindak terhadap ibu dan anak akan terekap secara keseluruhan,” ujar Diah.

“Masalah kita selama ini, data di masing-masing unit P2TP2A itu selalu berbeda-beda,” imbuhnya.

Disinggung kapan aplikasi ini akan diluncurkan, Diah mengaku, DP3A Karawang akan secepatnya mengeluarkan aplikasi tersebut untuk publik.

“Harapan kami sudah bisa digunakan selambat-lambatnya Bulan Juli 2021,” pungkasnya. (wyd/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here