Meski angka penybaran covid-19 masih tinggi dan belUm bisa dikendalikan, ternyata tak mengendurkan niatan warga untuk menikmati libur panjang dengan aktivitas di luar rumah. Pada hari pertama dan kedua libur kemarin, kendaraan dui jalur tol Jakarta-Cikampek sudah padat.

KARAWANG – Meski angka penybaran covid-19 masih tinggi dan belUm bisa dikendalikan, ternyata tak mengendurkan niatan warga untuk menikmati libur panjang dengan aktivitas di luar rumah. Pada hari pertama dan kedua libur kemarin, kendaraan dui jalur tol Jakarta-Cikampek sudah padat. Polisi memberlalukan contra flow mulai dari kilometer 47-61 tol Jakarta-Cikampek untuk mengurai kepadatan.
“Kami sudah melaksanakan kegiatan rekayasa lalu lintas yaitu dengan cara membuat contra flow dari kilometet 47 sampai dengan kilometer 41,” ujar Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djunaedi ditemui di Pos KM 49 tol Japek.
Edy berharap rekayasa lalu lintas tersebut dapat mengurai kepadatan di tol Japek. Ditlantas Polda Jabar, kata dia, bersama pihak terkait akan terus melakukan pengamanan, pengaturan, maupun rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.
“Ini merupakan puncak (arus mudik). Hari ini dimulai dari tadi pagi sampai sekarang kita lihat masih padat,” ungkapnya.

Sementara untuk kendaraan sumbu tiga atau lebih dilarang masuk tol hingga Rabu (28/10/2020) pukul 24.00 WIB. Sedangkan pada arus balik, kendaraan sumbu tiga atau lebih tak boleh melintas tol mulai Sabtu (31/10) pukul 00.00 WIB hingga Senin (2/11/2020) pukul 24.00 WIB. Ini sesuai imbauan dan surat edaran Kementerian Perhubungan.
“Kendaraan sumbu tiga kami sudah koordinasi dengan Polda Metro Jaya di kilometer 28 sudah dikeluarkan. Di Karawang Barat juga sudah dikeluarkan,” terangnya.
Sementara itu, Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama melalui Kasat Lantas, AKP Peeterson Timisela mengimbau kepada masyarakat yang melaksanakan berpergian terkait libur panjang hari ini agar tetap mematuhi protokol kesehatan covid19. Dan selalu memeriksa kelaikan kendaraannya, setelah itu di harap bagi masyarakat khusunya yang akan berpergian dari arah Jakarta menuju ke arah Bandung atau Cirrbon yang melalui tol layang Jakarta-Cikampek (Jakpek) untuk menjaga jarak aman dalam berkendara.

“Serta mempersiapkan bahan bakar kebutuhan lainnya saat berkendara, mengingat terbentang sepanjang 36.84 km tidak tersedianya layanan rest area untuk mengisi bahan bakar. Hingga Pada hari ini masih di temukannya pengendaraa yang ke habisan bensin di tengah perjalanan, sehingga dapat menghambat arus lalulintas,” ungkapnya. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here