KOORDINASI: Manajemen Mahogany saat melakukan koordinasi dengan jajaran Dinas Kesehatan.

Seizin Dinkes, Juga Datangkan Dokter Khusus

KARAWANG– Manajemen PT Wijaya Karya Bangunan Gedung pemilik usaha apartemen Mahogany yang jadi tempat karantina 16 TKA PLTGU Cilamaya menegaskan aktivitas karantina selain melaporkannya pada Dinas Kesehatan Karawang, juga yang pertama dipercayai pemerintah.
Selain itu, penghuni pun tak usah khawatir. Lantaran seluruh SOP soal keberishan dan kesehatan lingkungan bagi penghuni umum pun dipastikan aman.
“Berkenaaan dengan hal itu, jauh sebelum pemberitaan tersebut muncul tim proyek sudah melakukan administrasi seperti melaporkan dan minta rujukan dan imbauan dari kantor Dinas Kesehatan Karawang,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Bangunan, Bobby Iman Setya dalam siaran pers klarifikasi yang diterima Redaksi KBE, Kamis (19/3) malam.
Selain itu, Mahogany pun sudah meminta dan terus berkordinasi dengan perusahaan tempat bekerja ke-16 TKA itu untuk mendatngkan dokter khusus yang akan mengawasi para TKA yang dikarantina.
“Kami pun sudah berkoordinasi dengan perusahaan asal TKA bekerja untuk mendatangkan dokter khusus, melakukan pemantauan selama TKA tinggal dan melakukan koordinasi dengan Puskesmas Wanakerta.
Sebelumnya, Muspika Kecamatan Cilamaya Wetan, bersama Danramil dan Kapolsek Cilamaya, berkunjung ke megaproyek PLTGU Jawa-1 di Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, dalam rangka koordinasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 terhadap pekerja asing di PLTGU. Rabu, (18/3/2020) kemarin.
Bersama Tim Medis UPTD Puskesmas Cilamaya, Muspika Cilamaya Wetan mencatat, ada 79 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di proyek PLTGU Jawa-1. Sebanyak 16 orang di antaranya, saat ini tengah di karantina selama 14 hari, karena baru tiba dari luar negeri.
“Mekanisme pencegahan penyebaran Covid-19 di PLTGU sangat bagus. Saat ini, 16 TKA yang baru pulang dari luar negeri di karantina di Apartemen Mahogany, Kecamatan Telukjambe Barat,” ujar Camat Cilamaya Wetan, Basuki Rachmat, kepada KBE, Rabu, (18/3/2020) usai pertemuan di PLTGU Jawa-1 Cilamaya.
Basuki bilang, bagi masyarakat Cilamaya yang bekerja di PLTGU agar tidak panik. Meski pun bekerja di lingkungan proyek bersama TKA, apa bila memperhatikan prosedur dan mengikuti mekanisme pencegahan penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan, para pekerja asal Cilamaya sehat dan tak tertular.
“Para pekerja tak usah panik. PLTGU itu objek nasional, standar mekanisme pencegahannya sangat bagus,” tegasnya.
Agar tak terpapar Covid-19, sambung Basuki, ia mengimbau kepada para pekerja, untuk menjaga kebersihan dan memperkuat sistem imun tubuh. Dengan cara, makan makanan bergizi seimbang dan sehat. Juga istirahat yang cukup.
“Mudah-mudahan masyarakat Cilamaya Wetan terbebas dari Virus Corona,” harapnya.
Sementara, Perwakilan EPC Consorsium PLTGU Jawa-1, Surya Gumilar dari Samsung C&T mengatakan, dari 16 TKA asing yang di karantina. Sebanyak 13 orang diantaranya sudah selesai menjalani masa inkubasi.
“Hasil dari pemeriksaan tim klinik kami, ke 13 TKA itu dinyatakan sehat dan sudah di izinkan bergabung kerja pekan ini,” ungkapnya.
Sementara, lanjut Surya, 3 orang TKA asing masih harus menyelesaikan masa inkubasi di Apartemen Mahogany sampai dengan pekan depan.
“3 orang lagi minggu depan selesai karantina, mudah-mudahan sehat semua,” harapnya. (rls/mhs/wyd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here