Dalam dua pekan ke depan rumah Mak Karyem akan “disulap” rumah menjadi layak huni.

Karyem (60) selama ini hidup dalam keterbatasan. Rumahnya hanya berupa bilik bambu berukuran sekitar 2×4 meter. Dinding kanan sudah setengah menganga, tidak ada penutup karena rusak dimakan usia. Dalam dua pekan ke depan rumahnya akan “disulap” rumah menjadi layak huni.

SETIAP hujan, air pasti masuk dan menggenangi rumah yang terletak di Dusun Pacogreg di Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Karawang, ini. Di dalam rumahnya, Karyem hanya memiliki satu katel dan panci.
Cuma ada beberapa piring dan dua gelas plastik. Tak ada kasur empuk. Dia tidur hanya menggunakan tikar bekas yang mengalas di atas ranjang bambu. Karyem hanya tinggal sendiri. Suaminya sudah bertahun-tahun meninggal dunia. Sementara dua anaknya sudah menikah dan tinggal jauh dari rumahnya yang berbeda kecamatan.
Sehari-hari, Karyem hanya mengandalkan bantuan dari tetangga. Sesekali ia hanya bekerja sebagai buruh tani. Kondisi kesehatannya yang menyebabkan Karyem tidak bisa bekerja setiap waktu. Semenjak ditinggal suaminya Karyem mengalami depresi. Siang itu, Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengunjungi kediaman  Karyem.
Aep mendapatkan laporan mengenai kondisi tempat tinggal Karyem. “Jadi ada yang langsung Whats App ke saya. Lalu saya coba minta foto dan saya mau langsung mengeceknya,” kata Aep kepada awak media, Minggu (29/8/2021).
Aep me ngatakan rumah Karyem tidak masuk ke dalam rencana pembangunan rumah layak huni (rulahu) dari kantor desa setempat, kendati kondisinya sudah hampir ambruk.
Aep pun meminta Bidang Rutilahu Dinas Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PRKP) untuk segera membangunkan rumah Karyem.
Secara persyaratan terpenuhi karena rumah berdiri di atas tanah miliknya. “Saya minta dalam waktu 15 hari, rumah ibu Karyem ini sudah jadi dan sudah layak huni, beserta isinya,” kata Aep.
Sepanjang tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Karawang telah sukses realisasikan sebanyak 1.617 unit rulahu. (rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here