BANJIR CIKAMPEK : PT Pupuk Kujang salurkan bantuan korban banjir dan membuka posko kesehatan.

Banjir besar di wilayah Kabupaten Karawang baru saja berakhir. Meski air sudah surut, ada banyak hal yang perlu diperhatikan setelah banjir itu. Di antaranya, penanganan pasca banjir.

SEBAGAI salah satu perusahaan BUMN yang bercokol di Karawang, PT Pupuk Kujang (PKC) terus berupaya membantu warga Karawang yang terdampak banjir. Utamanya, di wilayah dekat pabrik mereka.
Kepada KBE, Humas PKC, Nilasari Handayani menuturkan, sejak banjir terjadi di wilayah Cikampek. PKC langsung bergegas membantu korban banjir di wilayah Karawang. Nila mengatakan, selain membantu aparat mengevakuasi warga. PKC juga secara berkala memberikan bantuan paket sembako dan air bersih kepada warga korban banjir.

“Bantuan sembako untuk wilayah Cikampek terdiri dari 7,2 kwintal beras, 65 dus mie instan, 44 pack minyak goreng, telur 115 kilogram, roti 2000 pcs, air mineral 215 dus, gula pasir 10 kilogram, plus perlengkapan mandi, pampers, underwear serta obat-obatan,” ujar Nilasari kepada KBE, Senin, (15/2/2021)

Tak hanya itu, PKC juga serius dalam melakukan penanganan pasca banjir. Seperti diketahui, setelah banjir surut, sampah-sampah bercampur lumpur jadi gunungan di lokasi banjir.

“Sampah di situ kami bantu angkut, kami siapkan truk dan personel untuk membantu warga membersihkan sampah banjir,” kata Nila.

“Di pekan ini, kami sudah dua kali angkut sampah sisa banjir itu,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Nila, sebagian wilayah-wilayah yang terdampak banjir Karawang dua pekan lalu, masih banyak yang membutuhkan air bersih. Karena itu, pihaknya juga membantu menyalurkan air bersih. Di titik-titik yang membutuhkan.

“Kami juga sediakan mobil untuk membawa air bersih ke titik-titik yang membutuhkan,” tuturnya.

Masih kata Nila, PKC juga mendirikan tenda-tenda darurat di lokasi banjir. Selain digunakan untuk tenda pengungsian fasilitas itu juga digunakan untuk pengobatan korban banjir dan trauma healing.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya juga berencana untuk membentuk satgas tanggap bencana di desa-desa sekitar pabrik. Bekerja sama dengan BPBD Karawang, untuk membuat pelatihan satgas tersebut.

“Di sekitar kita ini ada potensi bencana tahunan yang lumayan besar. Jadi kita perlu membangun tim di desa, agar ketika terjadi bencana mereka tau apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

“Dengan memberikan pelatihan kepada warga desa di sekitar pabrik, jadi kami kalau membantu pun mereka sudah terorganisir,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here