HEWAN KURBAN : Ibu-ibu warga Desa Cilamaya mengemas dan menyebarkan daging kurban. Di Desa ini warga berhasil kumpulkan 7 ekor sapi dan 8 domba melalui program Tabakur.

Uniknya Program Tabakur untuk Kurban di Desa Cilamaya

Banyak cara untuk mampu beribadah kurban. Salah satunya adalah cara unik yang dilakukan warga Desa Cilamaya Wetan.

WAHYUDIKarawang

Masyarakat Dusun Ketimpal, Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, punya program unik di setiap perayaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban.
Melalui program Tabungan Kurban (Tabakur). Setiap tahun, warga di desa ujung Karawang itu, bisa mengumpulkan belasan hewan kurban untuk dibagikan pada ribuan masyarakat disana. 

Menggunakan sistem tabungan. Masyarakat berpenghasilan kecil dibuat mudah untuk membeli hewan kurban. Tak hanya secara pribadi. Program Tabakur juga bisa digarap secara berkelompok.

Ketua Panitia Tabungan Kurban Dusun Ketimpal, Mashudi menjelaskan, dalam satu tahun, peserta Tabakur menabung dengan angsuran yang sangat ringan setiap minggunya.

Untuk pribadi, kata Mashudi, peserta cukup merogoh kocek Rp. 1,5 juta hingga Rp. 2 jutaan, untuk satu ekor domba atau kambing. Untuk keluarga atau kelompok, kata dia, digabungkan 7 orang peserta untuk pengadaan satu ekor sapi.

Pihak peserta tabungan kurban pun tak perlu repot menyiapkan segala sesuatunya. Pasalnya, mulai dari penyembelihan, pembungkusan, sampai distribusi, dilakukan secara gotong royong oleh warga dan panitia program Tabakur.

“ahun ini, peserta Tabakur di Dusun Ketimpal Masjid Jamie Baetul Huda, berhasil mengumpulkan 7 ekor sapi dan 8 ekor domba,” ungkapnya, kepada KBE, Sabtu, (1/8) kemarin.

Mashudi bilang, kegiatan yang didasari atas niatan untuk memudahkan warga dusun bisa berkurban itu. Sifatnya dari warga, oleh warga, dan untuk warga Desa Cilamaya.

“Kita targetkan membuat 1.500 bungkusan untuk dibagikan pada warga Desa Cilamaya,” ujarnya.

Sementara, panitia lain, Yanti menambahkan, seluruh warga di Dusun Ketimpal berperan aktif dalam program Tabakur ini.

Kata dia, ibu-ibu bertugas dalam proses pengemasan dan distribusi. Sementara, bapak-bapak yang bekerja memotong dan menyembelih hewan kurban.

“Dengan program ini, warga bisa menabung untuk berkurban. Alhamdulillah, setiap tahun hewan kurbannya bertambah,” katanya.

Tokoh masyarakat Dusun Ketimpal, Syaidina Ali, yang juga sebagai anggota BPD Desa Cilamaya menambahkan, setelah berjalan empat tahun. Program Tabakur Dusun Ketimpal terus menjadi perhatian.

Pasalnya, kata Ali, dengan kekompakan dan kekeluargaan warga disana. Kepercayaan warga yang ingin berkurban semakin besar. 

“Selain menjadi ajang silaturahmi dan ibadah. Program Tabakur ini juga memiliki manfaat lain. Yaitu mempererat tali kekeluargaan antar masyarakat disini,” imbuhnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here