Pasturi di Cilamaya Belum Tentu Suspect Corona

0

***Warga Diminta Jangan Panik
KARAWANG– Pasangan suami istri (pasturi) berinisia I dan E asal Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon diduga suspect Corona. Awalnya I dan E bermaksud memeriksakan kesehatan mereka di Klinik Graha Medika Cilamaya, kemarin(2/3/2020) malam setelah baru mendarat dari Singapura pada Sabtu (29/2/2020).
Kepada KBE, salah satu pegawai Puskesmas Cilamaya yang tak mau namanya disebut membenarkan, jika I dan S diduga suspect corona. Namun soal postif dan negatif masih harus diuji secara medis.
“Dinas Kesehatan Karawang sudah diberi tahu. Pihak Puskesmas juga tidak boleh menengok pasien,” ujarnya.
Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Desa Pasirjaya terpilih, Abdul Hakim menjelaskan, dua warga Desa Pasirjaya yang diduga terpapar corona itu baru pulang dari Singapura ke Indonesia sekitar tiga hari yang lalu.
“Ya informasinya sudah benar. Itu (pasutri) baru pulang dari Singapura tiga hari lalu,” katanya.
Tak lama dia langsung membuat postingan di Facbeook agar warganya janga panik dan diimbau tidak termakan kabar burung. “Jangan mudah terbawa arus berita yang belum pasti,” tulis dia.
Namun, hal lain diungkapkan Kasubag Puskesmas Sukatani, Cilamaya Wetan, Saripudin. Sebagai tim kesehatan yang ikut serta dalam pemeriksaan I dan S di Klinik Graha Medika. Ia merasa prihatin dengan respon masyarakat yang berlebihan di media sosial.
Saripudin menjelaskan, pasutri asal Desa Pasirjaya itu datang ke klinik untuk berobat biasa. Namun, lantaran keterangan pasien mengaku baru pulang dari Singapura, pasien-pasien lain di Klinik mengira I dan S diduga terpapar corona.
“Mereka itu berobat biasa. Cuma karena baru pulang dari Singapura saja, diduga sama pasien lain mereka terpapar corona,” jelasnya.
Saat ini, kata Sarip, kedua pasien pasutri itu sudah dikembalikan ke rumah dan diminta untuk beristirahat. “Ya untuk ditentukan positif negatifnya kan perlu observasi dan pengawasan selama 14 hari. Kok tiba-tiba jadi ramai gitu,” terangnya.
Hal senada dikatakan Kasubag Puskesmas Cilamaya, Sumari. Menurutnya, belum ada yang dapat memastikan jika Pasutri asal Desa Pasirjaya itu positif terpapar virus corona.
Sumari bilang, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Karawang, berencana bakal memantau pasien hingga 14 hari ke depan. “Warga jangan panik, itu baru dugaan,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Dirut RSUD, dr Sri Sugiharti saat dikonfirmasi Senin (21/1) malam tadi membantag kedatangan pasien yang diduga suspect corona asal Cilamaya. “Tidak benar, Pak.” kata dia.
Jabar Siaga Satu
Gubernur Ridwan Kamil menetapkan status siaga 1 di Jawa Barat terkait penanganan virus corona (Covid-19). Seluruh rumah sakit diminta bersiap menangani warga yang mengalami gejala mirip virus corona.
“Kita posisinya siaga satu virus corona di Jawa Barat,” ujarnya , Senin (2/3/2020).
Ridwan mengatakan ada 27 rumah sakit utama yang menjadi rujukan pemeriksaan virus corona di Jawa Barat sejak dua pekan lalu atau saat status siaga 1 ditetapkan. Selain itu, dia juga masyarakat agar lekas ke rumah sakit andai mengalami gejala mirip virus corona.
Nantinya, jika ada yang diduga mengidap virus corona atau suspect, akan diambil sampel. Kemudian akan dicek oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung untuk diteliti. “Apakah teridentifikasi positif negatifnya itu akan dilakukan,” ucapnya.
Ridwan juga bakal meningkatkan kewaspadaan terhadap kedatangan warga negara asing ke Jawa Barat. Pengawasan di pelabuhan dan bandara akan dilakukan lebih intensif terutama mengenai pengecekan suhu tubuh.
Ridwan juga belum mau bicara banyak soal kemungkinan Depok diisolasi. Dia masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. “Ini semua kan beritanya masih sampai di hari ini sehingga belum ada keputusan eksekutif. Jadi yang pasti kita masih dalam tahap mengumpulkan data saja,” kata Ridwan
Dia juga ingin datang ke Depok untuk melihat kondisi terkini. Selain itu, mantan Wali Kota Bandung tersebut juga ingin memastikan dua warga Depok yang positif virus corona diberi perawatan dan pelayanan yang baik.
“Saya perlu memastikan dua warga yang positif terkena Covid-19 ini supaya mendapat perawatan dengan fasilitas rujukan terlengkap,” katanya. Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan kasus perdana virus corona (Covid-19). Presiden Jokowi mengatakan ada dua orang yang positif terinfeksi.
Mereka adalah warga Depok, seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya berusia 31 tahun. Kini diisolasi dan dirawat di RS Suliarto Suroso, Jakarta. Pemerintah menjelaskan bahwa dua warga Depok itu terinfeksi usai bertemu dengan warga negara Jepang yang selama ini tinggal di Malaysia. WN Jepang itu pulang ke Indonesia usai merasakan sakit.
Setibanya di Malaysia, dia langsung dirawat usai dinyatakan positif mengidap virus corona oleh petugas bandara setempat. Menkes Terawan Agus Putranto meminta masyarakat tetap tenang. Pertama dan utama, kata Terawan, menjaga kesehatan tubuh.
Wali Kota Mohammad Idris juga bicara demikian. Dia meminta masyarakat makan makanan yang sehat, istirahat yang cukup serta berhenti merokok. Menurutnya, itu merupakan kiat-kiat agar tubuh tetap sehat sehingga terhindar dari paparan virus corona. (gie/wyd/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here