TERPAPAR B117, TKW ASALPEDES PULANG KAMPUNG KE BREBES

KARAWANG- Adanya dua pekerja migran asal Kabupaten Karawang yang dilaporkan terpapar virus Covid-19 varian baru B117 membuat heboh seluruh Indonesia.Semua orang diminta makin waspada dan disiplin protokol kesehatan.
Dua TKI itu merupakan seorang perempuan berinsial M dan A yang beralamat di Kecamatan Lemahbang dan Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.
Masuknya virus Covid B117 di Karawang, tidak hanya mengejutkan Pemerintah Republik Indonesia. Tapi juga keluarga A, yang sempat syok dan tak menyangka. Jika kerabatnya itu terpapar Covid B117.
Tak cukup sampai di situ. Kabar tak diduga juga sudah dikonfirmasi oleh Gani (43) suami dari A, yang dinyatakan positif covid B117. Ia mengatakan, jika istrinya itu sekarang tidak berada di Karawang. Melainkan sedang mudik ke kampung halamannya di wilayah Brebes, Jawa Tengah.
“Jadi memang istri saya itu sempat balik ke Karawang setelah membawa surat bebas covid-19, hanya 10 menit bertemu dengan keluarga, lalu mudik ke Brebes menemui orangtuanya,” kata Gani, Kamis, (4/3/2021) kemarin.
Dikatakan Gani, istrinya itu memang sudah berencana lama untuk kembali ke kampung halamannya. Setelah berkerja di Arab Saudi selama dua tahun terakhir.
Karena pandemi, kata Gani, rencana untuk pulang kampung pun sempat batal. Hingga pada 31 Januari 2021 kemarin, istrinya itu  mendarat di Bandara Soekarno Hatta.
Setelah itu, petugas bandara pun langsung melakukan screning kepada A sesuai aturan. Menurut Gani, pada saat itu memang istrinya sempat menjalani isolasi selama 12 hari di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Istrinya diperbolehkan pulang setelah membawa surat keterangan bebas covid-19 dari dokter di Wisma Atlet.

“Tanggal 12 Februari 2021 itu istri saya sudah di zinkan pulang setelah isolasi. Dia juga sudah mendapatkan surat dari dokter dan dinyatakan sehat,” kata Gani.

Gani mengakui kondisi istrinya ketika datang ke rumahnya di wilayah Kecamatan Pedes, Karawang, sudah dalam kondisi sehat. Bahkan dia tidak menunjukan jika tengah dalam kondisi sakit. 

“Pas datang ya biasa aja. Ceria aja, ketemu anaknya gitu. Makannya saya juga kaget ini kan udah sehat, udah bawa surat sehat kok malah ramai,” ungkapnya 

“Padahal kan memang setelah turun dari pesawat kan harus isolasi,” imbuhnya.

Saat disinggung soal kabar jika istrinya kabur ke rumah orang tuanya dengan tegas Gani membantah informasi tersebut. Sebab, kata Gani, istrinya pun tak mengetahui jika dirinya sempat terpapar korona B117 itu. Pihaknya mengaku, baru mengetahui kabar itu setelah ada petugas medis yang mendatangi rumahnya.

Kata Gani, istrinya sudah pergi ke Brebes pada 12 Februari 2021 lalu, sementara Gani mendapat informasi itu baru pada hari Rabu (3/3) kemarin.

“Saya tahu itu ya dari petugas Covid-19. Lah orang istri saya udah sehat udah bawa surat sehat juga, kenapa jadi begini, hampir dua minggu baru dikasih kabar, tapi kan udah sehat makannya bisa pulang,” ketusnya.

Setelah menerima kabar itu, Gani mengakui jika ia sekeluarga langsung diarahkan untuk menjalani tes Covid-19 oleh petugas medis. 

Selain keluarga di Karawang, kata Gani, kepada istrinya juga telah dilakukan pemeriksaan kembali oleh tenaga kesehatan di wilayah Brebes Jawa Tengah.

“Tadi juga saya dapat kabar. Istri saya juga sudah ditangani tenaga kesehatan di Brebes sana. Jadi lagi di cek lagi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Karawang, Aep Syaefulloh, menyampaikan keperihatinanya.

“Sangat prihatin , saya memohon baik dari kepala dan aparatur desa mapun tingkat kecamatan untuk sama sama menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat agar tetap menerapkan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, serta Menjaga Jarak),” kata Aep kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (4/3/2021).

Ia mengimbau warga Karawang tetap menjaga diri, agar tak mudah terpapar virus Covid-19 varian baru itu. Selain itu, Wakil Bupati yang baru menjabat enam hari itu sudah menginstruksikan jajarananya untuk bergerak cepat menindaklanjuti kasus yang menimpa kedua TKI itu.

“Pemerintah daerah bersama gugus tugas Covid-19 hari ini pun langsung melakukan tracing terhadap seluruh keluarganya,”kata Aep.

Ia juga mengingatkan, selain pandemi Covid, saat ini Karawang sedang menghadapai maslah lain yang tak kalah pentingnya untuk segera diselesaikan yaitu maslah banjir dan menurutnya perekonomian masyarakat.

“Sekali lagi kami pun bersama ibu Bupati Celllica meminta doa dan dukungan untuk mengatasi permasalahan seperti ini,”ujar Aep.

“Tapi insyaallah kami akan berusaha semaksimal mungkin dan melakukan pelayanan sebaik mungkin untuk masyarakat Kabupaten Karawang” pungkasnya. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here