Pemprov Jabar Kaji PSBB Karawang

0

KARAWANG– Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di dua area, yakni Bodebek dan Bandung Raya. Dalam beberapa hari ke depan, Karawang dan Sukabumi disiapkan menjadi wilayah yang akan diterapkan PSBB.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, pihaknya saat ini masih membahas kemungkinan adanya PSBB jilid 3 di Jabar. Bila hal tersebut terjadi, dua daerah yang diusulkan untuk menjalani PSBB adalah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Karawang.
“PSBB gelombang 3 ini masih dibahas ya, tapi kalau lihat dari peta, kalaupun ada gelombang ketiga, yang didahulukan kelihatannya Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Karawang,” ungkapnya dalam konferensi pers via live streaming YouTube di Gedung Pakuan Bandung.
Meski demikian, dia mengatakan, hal tersebut baru sebatas wacana dan pembahasan di gugus tugas. Hingga saat ini belum ada daerah yang mengusulkan diri untuk melaksanakan PSBB. “Sejauh ini belum ada pengajuan resmi dari kepala daerah yang bersangkutan,” ungakpnya.
“Tapi secara verbal sudah jadi perbicangan di Gugus Tugas Percepatan Penanggulagan Covid-19 Jabar,” tambahnya.
Adapun PSBB dilaksanakan guna menekan angka penyebaran Covid-19. Saat ini, daerah yang menjalani PSBB di Jabar adalah daerah-daerah yang dinilai memiliki angka persebaran infeksi Covid-19 tertinggi.
Sementara itu, beberapa hari yang lalu, Sekda Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri sempat melontarkan pernyataan kemungkinan Karawang menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) secara parsial.
“(PSBB) tidak semua, hanya sejumlah kecamatan. Pembatasan seperti itu yang paling memungkinkan diterapkan di Karawang,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Acep Jamhuri, Selasa (21/4).
Acep menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan kajian penerapan PSBB Karawang. Namun ia tak memerinci kapan kajian itu selesai.

“Setelah kajian selesai kita akan segera mengajukan PSBB ke Kementerian Kesehatan,”

Menurut Acep, PSBB parsial yakni pembatasan yang hanya dilakukan berdasarkan sebaran kasus di wilayah yang ditemukan covid-19.

“Jadi harus kita lihat dahulu jumlah massa dan pasar,” terangnya.

Seperti wilayah industri, Acep menyebutkan, diminta menyesuaikan standar operasional prosedur (SOP) covid-19. Ia mengakui edaran dari Menteri Perindustrian bahwa sejumlah industri tertentu diizinkan tetap beroperasi.
Sementara itu, Kabar baik bagi masyarakat Karawang, kasus terkonfirmasi positif coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Karawang‎ sudah banyak yang bertambah sembuh. Pasien terkonfirmasi positif sembuh sebanyak 18 orang. 11 orang perawatan di RS Paru dan 7 orang di RSUD Karawang. 

Semua pasien yang telah dinyatakan sembuh itu diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan ‎penyebaran Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana mengatakan, ke-18 pasien tersebut dinyatakan sembuh setelah melalui proses dua kali uji tes swab, dan hasilnya negatif. Sehingga total sudah ada 22 pasien yang sembuh.

“Saya didampingi dokter Nurhayati sebagai ketua dokter penanganan Covid-19 mengucapkan rasa bahagia karena ada 18 pasien yang sembuh,” kata dr. Fitra di RSUD Karawang saat press conference. Kamis (23/4). 

Proses kesembuhan itu dibantu oleh kinerja dari tim medis Kabupaten Karawang. Lalu, ditambah adanya alat PCR untuk mendapatkan hasil swab. “Alhamdulillah Karawang punya PCR. Jadi hasil tidak terlalu lama. Tidak perlu antre menunggu hasil di Labkesda ataupun Balitbangkes Kemenkes,” ujarnya. 

Sementara, ada penambahan dua orang pasien terkonfirmasi positif. ‎ Satu pasien positif tambahan didapat masing-masing melalui hasil rapid test dan swab test. Pasien tersebut pun sebelumnya terdata sebagai PDP yang kini dirawat di RS rujukan Covid-19 di Karawang. 

“Kami berharap tidak ada lagi konfirmasi positif Covid-19 selanjutnya,” kata dr. Fitra Hergyana.  ‎

Sementara, total daftar orang dalam pemantauan (ODP) di Karawang ‎berjumlah 3.476 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 181 orang. Dalam press conference tersebut, dr. Fitra juga meminta kepada masyarakat agar tidak percaya dengan daftar nama-nama yang positif Covid-19 dan daftar nama-nama PDP yang tersebar di media sosial. ‎

Tim gugus percepatan juga mengimbau kepada masyarakat Karawang, maupun warga Karawang yang merantau di luar kota atau negeri agar tidak mudik dulu. Hal itu diharapkan untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 dari luar kota atau negeri. 

Jika tetap memaksakan mudik, maka orang tersebut langsung masuk daftar ODP, karena dikhawatirkan menjadi carrier atau pembawa virus bagi keluarga atau masyarakat sekitar. Fitra juga memastikan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini semua unsur.  

“Jadi langsung terdata. Kita tak mau sampai ada kejadian serupa di salah satu Kabupaten, dimana orang tua yang sudah rentan tertular Covid-19 dari anaknya yang pulang mudik dari luar kota,” kata Fitra. ‎

dr. Fitra juga mengucapkan apresiasinya terhadap kinerja tim gugus tugas yang terdiri dari unsur TNI/Polri dari Kodim 0604 Karawang, Polres Karawang, Tim BPBD, Satpol PP, Dishub, Dinas Kominfo, lembaga penyiaran publik Sturada, para camat, aparatur desa serta tim medis dari Dinkes dan Puskesmas karena rutin mensosialisasikan bahaya Covid-19.‎
Tol Japek Ditutup
Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated bakal ditutup pada mulai tengah malam nanti. Sementara, Tol Jakarta Cikampek jalur bawah akan tetap operasi namun diberlakukan beberapa titik penyekatan.
Mengutip keterangan resmi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, menindaklanjuti surat dari Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia tanggal 23 April 2020 perihal Permohonan Penutupan Tol Layang Elevated, saat ini pihak Jasa Marga sedang melaporkan rencana penutupan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kementerian PUPR yang berwenang untuk memberlakukan penutupan jalan tol.
Informasi yang terima dari kepolisian, penutupan Jalan Tol Japek Elevated tersebut rencananya akan dimulai pada hari Jumat (24/04) pukul 00.00 WIB.
Jasa Marga siap mendukung Kementerian Perhubungan dan Kepolisian untuk memberlakukan penyekatan di beberapa titik di jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga, dalam rangka memastikan kendaraan yang lewat sesuai dengan aturan yang ditetapkan Pemerintah.
“Jasa Marga mengimbau seluruh pengguna jalan tol kendaraan pribadi agar menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah terkait pelarangan mudik ini,” bunyi keterangan Jasa Marga.
Penutupan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated ini juga akan disosialisasikan Jasa Marga melalui VMS yang ada di Jalan Tol Jabotabek, juga di akun media sosial Jasa Marga. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here