Ribuan pengungsi saling rangkul urun tangan secara swadaya memmbangun dapur umum guna memenuhi kebutuhan makan dan minum untuk warga yang terdampak banjir. Bantuan Pemkab Karawang masih ditunggu tiba di pengungsian.

Berbuat Baik dari Semua untuk Semua

Ribuan pengungsi saling rangkul urun tangan secara swadaya memmbangun dapur umum guna memenuhi kebutuhan makan dan minum untuk warga yang terdampak banjir. Bantuan Pemkab Karawang masih ditunggu tiba di pengungsian.

ARIE FRMANSYAH, Karawang

PERABOTAN yang berhasil diamankan warga dari seretan banjir berduyun dibawa kee dapur umum. Muka lelah nampaak di raut wajaah ibu-ibu yang stand by di tungku dapur umum untuk menyediakan makanan bagi sesame warga di Perumahan BMI, Cikampek yang jadi kjorban banjir—disebut aaling parah selama banjir taahnan datang ke pemukiman warga,
TOKOH masyarakat Cikampek sekaligus mantan Kepala Desa Dawuan Tengah, Yusup Nurwenda mengungkapkan, banjir yang merendam pemukiman warga di Perumahan BMI sejak Sabtu (6/2/2021) malam, warga di perumahan itu langsung membangun serta mendirikan dapur umur dengan peralatan seadanya milik warga di sebuah taman yang tidak terimbas banjir.
“Dari pagi warga langsung sigap membangun dan mendirikan dapur umum secara gotong royong atau swadaya,” ungkap pria yang akrab disapa Lurah Uus kepada wartawan saat ditemui di dapur umum milik warga Perumahan BMI, Minggu (7/2/2021) sore.
Dijelaskannya, adapun kebutuhan sembako atau bahan baku di dapur umum guna menyiapkan kebutuhan makan dan minum untuk warganya di posko-posko pengungsian, berasal dari warga di Perumahan BMI yang terdampak banjir.
“Warga di sini memang sudah sigap, mungkin karena warga di sini sudah terbiasa menghadapi banjir langganan setiap tahunnya, jadi ketika bencana banjir ini tiba mereka sudah menyiapkan segala kebutuhannya untuk dapur umum,” jelasnya.
Diinformasikan juga, banjir yang hampir merendam ratusan pemukiman warga di Perumahan BMI Cikampek, membuat ribuan warga yang terdampak banjir mengungsi.
“Warga di perumahan ini, ada sekitar 7.000an jiwa, dan sekarang mereka mengungsi ke rumah sanak saudaranya serta mengungsi ke posko-posko pengungsian yang sudah tersedia dari berbagai kalangan instansi. Tapi ada yang juga bertahan di rumahnya, ya 1 atau 2 orang bertahan di rumahnya untuk menjaga barang berharganya,” terangnya.
Disinggung terkait adanya pernyataan dari Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Yasin Nasrudin yang menyatakan bahwa pihaknya sudah mendirikan dapur umum dan menyiapkan segala kebutuhan warga terdampak banjir, ditambah dengan pernyataan dari Camat Cikampek, Syueb Sulaeman yang menyebut adanya bantuan dari Bupati Karawang seperti bantuan sembako untuk kebutuhan di dapur umum, Uus enggan berkomentar banyak terkait itu.
Sebab menurutnya, kata Lurah Uus, dalam pengamatan dirinya di lokasi banjir Perumahan BMI, baru berdiri satu dapur umum yang didirikan oleh warga terdampak banjir di perumahan tersebut.
“Soal dapur umum yang didirikan sama pihak BPBD Karawang, baru mau didirikan di dekat dapur umum milik warga. Sampai sore ini, soal bantuan sembako atau kebutuhan makanan yang datang ke dapur umum milik warga, baru dari masyarakat sekitar serta sejumlah instansi non pemerintahan,” tegas Uus.
Diakuinya, adapun bantuan sembako yang diterimanya, hanya dari Kodim 0604 Karawang serta Polres Karawang yang menyerahkan bantuan sembako untuk kebutuhan makan dan minum warga terdampak banjir di Perumahan BMI Cikampek.
“Kalau dari TNI dan Polri memang ada, itu diserahkan langsung sama Pak Dandim 0604 Karawang dan Pak Kapolres Karawang ke dapur umum milik warga saat keduanya meninjau lokasi banjir disini,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here