RUMAH DUKA: Rumah duka Alm Fathan Ardian ramai dikunjung teman dan saudara keluarga ntuk bertakziah, kamis (14/1/2021)

Dua Pelaku Pembunuhan Keji Fathan Sudah Ditangkap Polisi

KARAWANG – Pelaku pembunuhan mahasiswa Telkom University yang tinggal di Kabupaten Karawang, Fathan Ardian Nurmiftah (18) sudah ditangkap. “Sudah ditangkap dua orang,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago via ponselnya, Kamis (14/1/2021).
Fathan ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Karawang. Sebelumnya, dia dikabarkan diduga diculik. Jenazahnya sempat dibawa ke rumah sakit. Jasadnya ditemukan terbungkus plastik dan dililit bed cover di sebuah tersier sawah Dusun Kesemek, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.
Keluarganya mengecek ke rumah sakit kemudian memastikan jenazah itu merupakan Fathan. Soal motif, kata Erdi, penyidik masih mendalaminya.”Sedang didalami. Nanti di update kembali,” ucapnya.

Orang tua dari Fathan Ardian Nurmiftah (19), korban penculikan yang jenazahnya ditemukan di saluran irigasi, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kadiman meminta kepolisian segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kematian anaknya.

“Saya berharap pembunuh anaknya itu dihukum setimpal sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. Cobaan ini sangat berat bagi keluarga kami. Namun kami yakin, ini semua kehendak Allah. Tapi pelakunya tidak bisa dibiarkan begitu saja,” kata Kadiman, saat ditemui di rumah duka di Perumahan Peruri, Desa Pinanyungan, Kecamatan Telukjambe Timur, kamis (14/1/2021).

Lanjut Kadiman, kematian Fathan merupakan kejadian luar biasa. Kadiman ingin hal serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Atas dasar itu, dia meminta kepada semua orang tua yang memiliki anak remaja agar memperhatikan pergaulan anak-anaknya.

“Jangan menganggap semua orang itu baik. Bisa saja ada yang berniat buruk,” ungkap Kadiman.
Sementara itu, salah seorang teman korban, Bayu Pramudhia (19) mengatakan, ia terakhir chat di grup itu dia mengajak camping. Itu Malam Minggu. Dalam chat Whats App gruf bernama Taikotalk Podcast, Fathan mengajak teman-temannya untuk berkemah di Bulan Februari. 

“Awal februari pada free gak? kok pengen camping2 wkwkwk,” tulis Fathan.

Itu terakhir Fathan berkomunikasi dengan sejumlah temannya dalam percakapan Whats App. “Itu terakhir dia komunikasi,” ujar Bayu.

Bayu mengakui terakhir kali dirinya berkemah dengan Fathan di Tahun 2019 di Gunung Putri, Lembang. “Memang beberapa tahun ini Fathan senang bercamping,” katanya.

Setelah itu, Bayu mendapatkan kabar kalau Fathan menghilang. “Saya juga mendengar kalau orang tuanya katanya mencari Fathan. Dan malam tadi sekitar jam 9 malam, saya mendengar kabar Fathan meninggal. Kemudian saya langsung ke rumah duka,” jelasnya. 
Sementara itu sebelumnya kepada polisi, keluarga korban sempat mengaku dihubungi orang misterius melalui ponsel Fathan. Pesannya berisi permintaan uang jika ingin Fathan kembali ke rumahnya.
“Ada pesan masuk dari nomor Fathan yang meminta tebusan sebesar Rp 400 juta,” ungkap Oliestha.
Namun rupanya pelaku penculik Fathan diduga kuat menghabisi nyawa pemuda itu. Oliestha menuturkan hasil otopsi menunjukkan Fathan telah tewas dua sampai empat hari lalu.
“Penyebab kematian akibat benturan benda tumpul di kepala sehingga menyebabkan pendarahan di otak. Tidak ada luka sajam atau senpi. Di sekujur tubuh terdapat luka lebam,” kata Oliestha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here