KARAWANG – Mobil water canon telah disiagakan untuk sewaktu-waktu meriam air untuk disemprotkan. Siang itu, cuaca begitu panas. Puluhan petugas polisi berbadan tegap dibariskan di depan mobil water canon. Menunggu perintah, Kepala Satuan Sabhara Polres Karawang AKP Hasanudin Bahar.
Tepat berhadapan dengan polisi, puluhan warga telah bersiaga di halaman Masjid Nurul Iman Cluster Rumba Perum Graha Festival, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur. 
Hasanudin meminta anak buahnya untuk beriap-siap. Startegi dilontarkannya secara tegas. Tak ada tameng dan tak ada gas air mata dan tak ada kerusuhan. Mereka hanya dipersenjatai sapu lidi, wipel lantai dan ember untuk membantu warga membersihkan jalan dan rumah mereka dari lumpur-lumpur sisa banjir.
“Kegiatan hari ini merupakan tugas untuk membantu penanganan pasca banjir dari kepolisian. Salah satunya adalah dengan membersihkan rumah mereka dari lumpur-lumpur,” ujar Hasanudin kepada wartawan, sabtu (27/2/2021).
Hasanudin mengatakan, selain water canon yang dikerahkan untuk menyemprotkan air bersih, sebanyak 20 personel dikerahkan untuk menyapu lumpur dari jalanan dan lantai rumah warga. Tak hanya lumpur, kepolisian juga mengumpulkan sampah yang kemudian di masukan dalam puluhan plastik sampah. “Kami sangat berharap, banjir di Karawang tak terjadi kembali,” jelasnya.
Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, selama kegiatan penanganan banjir. Polisi tak hanya ditugaskan untuk melakukan evakuasi. Polri juga memberikan bantuan sembako, pembuatan dapur umum dan termasuk membantu warga untuk membersihkan rumahnya saat pasca banjir.
“Kita tetap mengimbau warga untuk tetap tabah dan waspada. Diharapkan banjir tidak terjadi lagi namun demikian masyarakat tetap harus waspada terhadap cuaca dan bahaya covid-19 saat ini,” ungkapnya. (bbs/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here