SUSAH: Nelayan Rajungan di Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, sedang menimbang rajungan.

Pandemi Corona Sengsarakan Nelayan

KARAWANG– Nelayan di Pantai Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, sudah sepekan tak berangkat melaut. Bukan karena cuaca buruk atau pasang surut air lain. Mereka tak melaut, lantaran ikan dan rajungan mulai tak laku dipasaran. 
Diketahui, hal tersebut terkadi sebagai imbas dari Pandemi Virus Korona di Indonesia. Ditutupnya sejumlah restoran besar, membuat suplay ikan ke perkotaan terputus.
Ketua Kelompok Nelayan Tangkolak, Tayanto mengatakan, untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. Sebagian nelayan terpaksa tetap melaut. Namun, harga ikan dan rajungan yang mereka dapat di jual hanya dengan setengah harga.
“Kalau di hari normal, rajungan satu kilo itu Rp. 80.000 sampai Rp. 90.000-an harganya. Sekarang, di jual Rp. 40.000 saja udah bersyukur kami,” ungkapnya, Minggu, (5/4) kemarin.
Tayanto bilang, padahal saat ini sedang musim rajungan dan ikan. Apa lagi, di akhir tahun 2019 kemarin. Para nelayan tak bisa melaut karena cuaca buruk dan kelangkaan ikan serta rajungan di laut.
“Pas saatnya panen rajungan, pasarnya lagi begini. Harga anjlok, sengsara lah nelayan kecil seperti kami pak,” katanya.
Tak hanya di Tangkolak, lanjut Tayanto, kondisi seperti ini juga dirasakan sebagian besar nelayan di Pesisir Karawang. Ia berharap, ditengah Pandemi virus korona. Ada solusi dari pemerintah untuk membantu perekonomian nelayan yang makin terjepit.
“Sejauh ini harapannya mendapat bantuan Gubernur. Itu sudah di data, tapi ada kuota. Tidak semua nelayan dapat,” pungkasnya.
Sementara, Pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Samudra Karya Tangkolak, Cas Parto menambahkan, TPI di Tangkolak masih beroperasi normal di tengah pandemi.
Pasalnya, meski harga ikan dan rajungan turun. Masih banyak nelayan yang melaut. Apa lagi saat ini, nelayan ikan teri tengah panen besar.
“TPI masih buka, biar harga turun nelayan masih melaut. Kalau di rumah aja, mau dapat pemasukan dari mana,” ujarnya.
“Biar pun murah sekarang teri lagi banyak. Jadi sumber pemasukan nelayan lah. Tapi tetap, nelayan rajungan kasihan,” pungkasnya. (wyd/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here