Satgas: Buruh Paling Banyak Terkena Korona

0

KARAWANG – Per hari ini Kaawang masih dinyatakan sebagai daerah dengan risiko tingg penyebaran covid-19 di Jawa Barat. Status ini telah berlangsung selama 7 pekan atau hampir dua bulan. Lonjakan kasus selalu tinggi per harinya. Satgas Covid menyebut, penyumbang kasus tertinggi adalah karyawan atau buruh pabrik.
Tak hanya itu saja, diketahui sudah banyak tenaga kesehatan, guru, ASN, dan kepala desa dinyatakan postif korona. Terbaru, kampus Unsika tejadi klaster baru penyebaran covid-19 di Karawang. Publik berharap, penegakan aturan protokol kesehatan tak pandang bulu.
Sementara itu, Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana mengatakan, Minggu 27 Desember 2020, terdapat 62 penambahan kasus warga Karawang yang terkonfirmasi virus corona.
Jumlah penambahan tersebut lebih sedikit dibanding 4 hari terakhir yang tembus 100 kasus perharinya. Ia juga menyampaikan jika warga yang sembuh pada hari ini cukup banyak yakni 73 orang. “Alhamdulillah yang sembuh lebih banyak dari penambahan. Kami harap tren positif ini bisa berlanjut. Kuncinya masyarakat patuh akan protokol kesehatan,” ujarnya.
Fitra menyampaikan, tingginya kasus di Karawang didominasi dari kelompok industri. Kasus penularan virus Corona di Karawang cukup rentan di sektor industri. “Banyak dari karyawan pabrik yang positif korona. Sebagian lagi dari masyarakat umum,” katanya.
Sementara, untuk klaster Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) ada penambahan sebanyak 5 orang. Sebelumnya, klaster Unsika terdapat 25 pejabat Unsika yang positif Covid-19. “Penambahan 5 orang ini hasil dari tracing. Dan yang pasti kita akan terus melakukan tracing,” kata dia.
Data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, hingga Minggu 27 Desember 2020, total 5.497 warga yang tertular virus korona. Dari total tersebut, rinciannya 3.905 orang sudah sembuh, 1.145 mendapatkan perawatan di RS, 252 isolasi mandiri atau waiting list dan 195 orang meninggal dunia.
“Untuk masyarakat agar tidak dulu menggelar acara pesta perayaan pergantian tahun baru. Nanti kami Satgas dan aparat TNI/Polri akan melakukan upaya patroli untuk membubarkan kerumunan. Melalui SE Bupati juga kami harap agar penyedia tempat hiburan dan pariwisata agar maklum demi pencegahan penyebaran virus corona,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here