Gubernur Datang, Ingatkan Cuaca Ekstem Belum Usai

KARAWANG- Banjir di wilayah Kabupaten Karawang semakin meluas. Sepekan terakhir, intensitas di kota pangkal perjuangan memang cukup tinggi. Apa lagi, kiriman air dari wilayah hulu masih mengalir deras. Akibatnya tiga sungai besar meluap dan separuh dari wilayah Karawang saat ini tergenang banjir.

Hingga, Selasa, (9/2/2021) kemarin, BPBD Karawang mencatat, ada 17 Kecamatan dan 39 Desa di Karawang yang terdampak banjir. Sebanyak 12.650 kepala keluarga dengan 37.474 jiwa, dikabarkan terdampak oleh bencana tahunan ini. Banjir ini pun, disebut-sebut yang paling buruk dalam beberapa tahun terakhir.

Banjir besar ini juga telah menggenangi 11.044 rumah dan 501 sarana dan fasilitas umum. Selain itu, banjir juga merendam belasan ribu hektare lahan sawah milik warga yang sudah di tanam.

Saat dikonfirmasi, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan, penyebab banjir di Karawang memang berbeda-beda. Namun, beberapa wilayah terdampak banjir di Karawang terjadi karena luapan sungai.

Di wilayah Karawang Utara, kata Cellica, banjir terjadi karena luapan Sungai Cibeet, Sungai Cilamaya, dan sebagian lagi karena Luapan Sungai Citarum.

“Jadi tidak hanya memerlukan peran pemerintah, tapi juga pihak-pihak terkait. Seperti BBWS untuk wilayah sungai,” ungkap Cellica, Selasa, (9/2) di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Pemda Karawang.

Pihaknya, sebut Cellica, sedang berupaya untuk mencegah banjir semakin parah. Untuk wilayah Cikampek dan sekitarnya. Pemkab Karawang tengah berkoordinasi untuk membangun sodetan di Situ Kamojing. Sodetan itu, diharapkan akan menampung air kiriman dari wilayah hulu Karawang.

Untuk wilayah utara, lanjut Cellica, pihaknya akan mengoptimalkan perbaikan tanggul. Dengan mengkoordinasikan ini bersama BBWS dan PJT2.

“Insya allah ini akan menjadi bahan presentasi saya kepada Gubernur, tapi yang paling penting saat ini, kita sama-sam berdoa agar banjir segera surut,” ucapnya.

Sementara, disela-sela waktu kunjungannya ke Karawang, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau warga Karawang untuk tetap waspada. Pasalnya, kondisi hujan dan angin kencang masih akan terjadi di wilayah Karawang hingga akhir Februari 2021 nanti.

“Bapak ibu harus siaga dan waspada, karena kata BMKG kondisi hujan angin begini akan terus berlanjut sampai akhir bulan ini,” ujar Emil di Karawang.

Emil menyebut, salah satu penyebab banjir di Karawang terjadi karena buruknya infrastruktur di sepanjang aliran Sungai Cibeet. Bahkan, tak hanya Karawang. Wilayah Bekasi pun turut terdampak dari Sungai Cibeet.

Karena itu, Gubernur berencana untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di Sungai Cibeet. Guna menghentikan banjir tahunan di wilayah Karawang-Bekasi.

“Sipon-sipon di bawah sungai ini harus segera diperbarui. Laporan terakhir saya dengar, pengerjaan ini sudah di kontrak. Nanti setelah hujan reda, baru akan dikerjakan,” ujar Emil.

“Kami akan percepat pembangunan infrastruktur di Cibeet dan Cipunegara ini,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here