KUNJUNGAN : Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Sri Rahayu, saat diskusi dengan unsur pimpinan DPPKB Karawang.

KARAWANG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang, menjadi satu-satunya yang memiliki program satu desa satu kampung KB di Provinsi Jawa Barat.
Dari 309 desa dan kelurahan yang tersebar di 30 kecamatan di Karawang. DPPKB Karawang sudah meresmikan sebanyak 208 unit Kampung KB. Hal tersebut membuat pimpinan Komisi V DPRD Jawa Barat, Sri Rahayu, mengapresiasi laporan kinerja baik tersebut.
Kepada KBE, Sri mengatakan, harusnya rencana satu desa satu kampung KB di Karawang dapat terlaksana seluruhnya di tahun 2020 kemarin. Namun, karena situasi pandemi. Akhirnya masih ada 101 desa lagi yang belum mendirikan kampung KB.
Meski demikian, kata dia, capaian ini patut mendapat apresiasi. Pasalnya, di dalam Kampung KB seluruh kegiatan masyarakat bisa ditampung. Tak hanya soal program KB dan kesehatan. Tapi juga meliputi aspek lain, seperti pendidikan, pertanian, kepemudaan, dan lain sebagainya.
“Untuk program Kampung KB ini, DPPKB Karawang bisa menjadi percontohan di Jawa Barat,” ujar Sri Rahayu, kepada KBE, Kamis, (21/1/2021).
Sri mengakui, para anggota dewan di Parlemen Jabar sebelumnya tidak pernah membahas soal pentingnya keberadaan Kampung KB ini di tingkat desa. Namun, berkat penjelasan dan kunjungannya ke Kantor DPPKB Karawang. Sri mengaku, akan membawa hasil kunjungannya ini ke ruang rapat dewan.
“Ini akan menjadi bahan buat saya, akan saya sampaikan ke Komisi V di Provinsi Jawa Barat. Karena yang selama ini kita bahas hanya DP3A-KB saja,” katanya.
Masih kata Sri Rahayu, meski rencana program satu desa satu kampung KB belum terpenuhi. Pihaknya mengaku tak akan mewajibkan DPPKB Karawang menyelesaikannya secara cepat.
Mengingat, kondisi Karawang saat ini masih zona merah Covid-19. Selain itu, alokasi anggaran juga sebaiknya diarahkan untuk penanganan Covid. Apa bila dipaksakan tetap ada peresmian kampung KB. Dikhawatirkan terjadi penularan dan klaster covid baru di Karawang.
“Kita tidak bisa menjudge kalau ini harus segera. Karawang kan zona merah covid, semu tetap dikembalikan ke pemerintah daerah. Kalau bisa meresmikan lagi yang baru lebih bagus, tapi jika tidak memungkinkan sebaiknya jangan,” ungkapnya.
Sri menambahkan, suksesnya program kampung KB di Karawang. Tidak hanya karena kinerja DPPKB Karawang dan seluruh unsur OPD saja. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya. Peran kepala desa sangat penting, untuk mendukung suksesnya program ini.
“Kami apresiasi juga kepada para kepala desa di Karawang yang sudah membantu mensukseskan capaian ini,” ujar mantan wakil ketua DPRD Karawang ini.
“Kalau kita inginnya memang cepat selesai di 2021. Tapi pandemi dan anggarannya ada tidak? Situasi pandemi ini kan pasti ada pemangkasan anggaran untuk covid,” imbuhnya. (wyd/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here