HANCUR: Rumah warga yang roboh akibat tergerus tebing Citarum yang longsor.

KARAWANG – Dua unit rumah yang berada persis di bibir Sungai Citarum ambrol karena tembing sungai longsor tergerus derasnya air. Tidak ada korban jiwa, namun kedua rumah tersebut dipastikan tidak layak lagi untuk ditinggali.
Rumah yang ambrol itu diketahui milik keluarga Meidi yang dihuni 7 jiwa dan rumah milik keluarga Ato yang dihuni 2 jiwa. Rumah tersebut berada di Dusun Gempol Anjun, Kelurahan Tajungpura, Kecamatan Karawang Barat.
“Peristiwa itu terjadi pukul 09.00 WIB. Beruntung, semua penghuni rumah sudah menyelamatkan diri ke tempat yang aman,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Yasin Nasrudin, Minggu (1/3/2020).
Menurutnya, penangan awal dalam musibah itu, pihak BPBD mengevakuasi semua penghuni ke rumah petak yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban. Setelah itu, baru mengirim logistik untuk para korban.
“Selain makanan, kami juga mengirim selimut dan memeriksa kondisi kesehatan korban,” kata Yasin.
Apalagi, lanjut dia, salah satu penghuni rumah yang ambruk itu ada yang menderita stroke,” katanya.
Yasin mengaku telah mengkoordinasikan bencana dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC). Diharapkan pihak terkait segera merelokasi korban ke tempat yang aman. 
Sebab, lokasi yang ditinggali korban saat ini, sangat rawan longsor. Selain itu, lokasi rumah merupakan daerah aliran air, yang dapat menganggu kelancaran air sungai. (rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here