8.000 Warga Purwakarta Idap Penyakit Diabetes

0
INFO KESEHATAN: Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Purwakarta, Dokter Ahmad Sopjan mengatakan, penderita diabetes di Kabupaten Purwakarta mencapai 8.000 ribu orang. Data itu berasal dari klinik-klinik yang ada di Purwakarta. (HASSAN/METRO PURWAKARTA)

PURWAKARTA–Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Purwakarta, Dokter Ahmad Sopjan mengatakan, penderita diabetes di Kabupaten Purwakarta mencapai 8.000 ribu orang. Data itu ia dapat dari klinik-klinik yang ada di Purwakarta.

“Mungkin juga lebih karena saya kurang tahu pasien di Puskesmas,” kata dia dalam acara peringatan hari diabetes Sedunia di Alun-Alun Kota Purwakarta, Sabtu (16/11).

Dijelaskan, secara personal memang ada penambahan, artinya ditemukan penderita diabetes baru seiring berjalannya waktu. Soal diabetes menyerang anak-anak kemungkinan ada, namun khususnya di Kabupaten Purwakarta jumlahnya tergolong sedikit.

“Kita belum memiliki data secara keseluruhan berapa pasien penderita diabetes di Purwakarta,” ungkapnya.

Meski begitu, melalui acara ini memberikan edukasi kepada masyarakat terutama pasien diabetes, di mana pola hidup sehat harus dikedepankan sehingga bisa memperhatikan penyakit yang mereka derita.

“Kita berikan edukasi kepada mereka sehingga bisa memelihara menyakitnya sendiri,”ucap dia.   

Sementara itu perkembangan penderita diabetes di Provinsi Jawa Barat cukup cepat karena kurang memperhatikan pola hidup sehat.

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Wilayah Jawa Barat, Ummie Wasito mengatakan, faktor makanan dan tidak berolahraga menjadi penyebab utama penyakit diabetes menyerah tubuh manusia. Jika sudah terserang diabetes pelan-pelan akan menggerogoti anggota tubuh.

“Akibat yang ditimbulkan macam-macam, bisa cuci darah kalau ginjanya kena, kalau matanya kena bisa kebutaan, kalau otaknya kena bisa struk begitu juga kaki tidak menutup kemungkinan diamputasi,”ungkapnya.

Dijelaskan juga, rata-rata penderita diabetes usia 40 tahun ke atas namun ada juga pada usia di bawah itu sudah terserang penyakit diabetes.

Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama dengan meningkatkan pola hidup sehat agar tidak terserang diabetes, apalagi perkembangannya cukup besar membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat kewalahan untuk membiayai pasien diabetes.

“Pertambahan pasien diabetes sangat pesat, Tahun 2010 menduduki peringkat nomor 9 di dunia dan sekarang nomor 6, terus juga angka kematian nomor 6 di dunia, maka perlu kita waspadai dengan melakukan pencegahan,”ujarnya.

Sejauh ini pihaknya telah melakukan pencegahan agar jumlah pengidap diabetes tidak bertambah, satu di antaranya adalah menyediakan fasilitas diabetik center di rumah sakit. Ia menambahkan, di rumah sakit itu pasien akan mendapatkan pemahaman mengenai memperlambat komplikasi yang sehatusnya datang enam bulan menjadi dua tahun atau lebih.

“Saat ini baru ada satu di Rumah Sakit Al Ikhasan Bandung, yang lainnya sedang kami usahakan, yang datang ke sana itu pasien yang sudah terserang diabetes, mereka disarankan untuk menjaga pola makan dan hidup sehat agar datangnya komplikasi semakin lama,” ucapnya. (san/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here