LITERASI IKLIM: Para siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Al Irfan Purwakarta foto bersama usai mengikuti sosialisasi literasi iklim dari BMKG.

PURWAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bekerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Purwakarta menggelar literasi iklim bagi pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Madrasah Aliyah Al Irfan Purwakarta, Rabu (11/3/2020).
Staf Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara, Deputi Bidang Klimatologi, BMKG, Nizar Manarul Hidayat mengatakan, literasi iklim sangat penting bagi pelajar. Ini merupakan bagian dari desiminasi BMKG.
“BMKG bertugas menyampaikan informasi dini berkaitan dengan kondisi cuaca,” ungkapnya.
Dia mengatakan, siswa sangat penting untuk mengetahui kondisi iklim yang akan terjadi sehingga dapat melakukan langkah-langkah antisipasi atau tindakan tertentu yang bisa dilakukan.
“Pendidikan sejak dini mengenai iklim dan hal terkait sangat penting dengan kolaborasi bersama sektor pendidikan, untuk memberikan pemahaman tentang cuaca, iklim dan bencana yang terkait,” kata Nizar, saat ditemui di sela-sela acara tersebut.
Dijelaskannya, potensi bencan makin tahun makin banyak, untuk itu temen-temen yang ada di daerah ini khususnya generasi muda, pihaky berikan terkait informasi iklim dan kualitas udara itu.
“Kedepan, mereka nanti di diharapkan menjadi duta iklim di masing-masing daerah ini. Alhamdulillah LPBI NU Kabupaten Purwakarta sangat mendukung kegiatan ini dan insya Allah kita akan kegiatan ini berkelanjutan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum LPBI NU Kabupaten Purwakarta, Riana Afriadi, mengatakan LPBI NU Purwakarta menyambut baik kegiatan tahunan seperti ini. Dan berharap kemitraan antara LPBI NU Kabupaten Purwakarta dan BMKG bisa berlanjut dan lebih luas lagi bidang kerjasamanya.
“LPBI NU Purwakarta sebagai wadah aksi lingkungan dan kemanusiaan tentunya akan meneruskan kegiatan-kegiatan seperti ini di Purwakarta,” ujar Riana.
Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan langkah awal sebagai pembentukan santri siaga bencana yang dilakukan LPBI NU Kabupaten Purwakarta
Nantinya, tambah Riana, para santri di setiap pesantren yang ada di Purwakarta agar menjadi relawan siaga bencana yang memiliki keterampilan kebencanaan sekaligus mampu mencari data dan informasi di lapangan tentang perubahan iklim disekitar pesantren masing-masing.
“Konsepnya operasi pencegahan berbasis santri diantaranya bertanggungjawab atas keamanan pesantren dan lingkungan sekitarnya dari ancaman perubahan iklim. Sehingga para santri memahami  potensi bencana di lingkungan sekitar dengan baik agar kesiapsiagaan dan resiko bencana pun bisa diminimalisir,” ungkap Riana.
Riana menambahkan, program santri siaga bencana sejalan dengan visi BPBD Jawa Barat dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta dalam melakukan pencegahan bencana.
“Pentingnya pemberdayaan santri setiap pondok pesantren dalam menghadapi bencana. LPBI NU Kabupaten Purwakarta siap bersinergi dengan seluruh stakeholder yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kebencanaan alam,” imbuhnya. (san/shn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here