Dana Proyek Sawala Diduga Telah Dimark-up

0

PURWAKARTA– Unit Tipidkor Polres Karawang sedang mendalami kasus dugaan korupsi majalah Sawala yang dikelola oleh Diskominfo Purwakarta APBD 2020. Nama Bupati Purwakarta, Anne ‘Ambu’ Ratna Mustika terseret-seret lantaran tertulis sebagai penanggungjawab penerbitan majalah milik Pemkab Purwakarta itu.
Selama beberapa bulan ke belakang, penyidik Unit Tipidkor Polres Purwakarta estafet memeriksa sejumlah pihak yang terlibat dalam penerbitan majalah yang berisi 52 halaman dan terbit satu bulan sekali itu.
Polres sendiri memang sejauh ini cukup irit memberikan informasi mengenai progres pengusutannya. Teranyar, Kamis (6/8/2021) kemarin, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Fitran Romajimah mengonfirmasi kepada KBE, para penyidik masih bekerja melakukan penyidikan. Saat ditanya progresnya sudah sejauh mana, Fitran mengatakan saat ini penyidik sedang menunggu hasil audit internal Pemkab Purwakarta terhadap proyek pengadaan majalan Sawala yang dilakukan oleh Inspektoran Daerah Purwakarta.
“Penyidik masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Purwakarta,”ujarnya.
Disinggung mengenai kemungkinan Ambu dipanggil untuk dimintai keterangan, Fitran singkat menjawab belum ada jadwal untu memenggi istri dari Dedi Mulyadi itu. Hanya saja, ia memsatikan kepolisian akan lurus tidak akan terintervensi untuk menuntaskan oerkara ini.
“Kami tidak ada kepentingan, merah putih,” kata dia.
KBE beberapa kali mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Diskominfo Purwakarta, Siti Ida Hamidah namun tak pernah sekalipun digubris untuk dijawab. Di sisi lain Ambu yang namanya terseret-seret lantaran tertulsi sebagai penanggungjawab majalah Sawalu pun belum mengeuarkan klarifikasi apap pun kepada publik.
Berdasarkan data yang diterima redaksi, majalah Sawala cetak 52 halaman sebanyak 500 eksemplar dengan anggaran Rp 30 juta perbulan (total anggaran Rp 360 juta). Namun berdasarkan berbagai data yang diperoleh awak media, termasuk tagihan dari CV Sawarna kepada Diskominfo Purwakarta yang diperoleh media BPK,  menunjukkan  cetak majalah Pemda Purwakarta “Sawala” sebesar Rp 5.500,000.- (lima juta lima ratus ribu rupiah) untuk 90 eks dengan harga satuan Rp 71.500 (saat dihitung ulang 90 x 71.500= Rp 6.435.000.00-).
Namun jumlah angka berbalik 180 derajat dengan nota permohonan pembayaran dari CV Sawarna ke Pejabat Pembuat Komitmen/KPA. Dalam permohonan pembayaran tersebut, jumlah angka naik beratus-ratus persen. Dengan kalimat yang kurang biasa dalam surat pengajuan, bertuliskan, “Disampaikan dengan hormat, berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan majalah Pemda Purwakarta yang dilaksanakan CV. Sawarna. Sehubungan telah dilaksanakannya  100% kegiatan di atas dari nilai pekerjaan 100% x Rp 30.250,00,00.– = Rp 30.250,00,00 (tiga puluh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah”.
Sementara itu, Komisi III DPRD Purwakarta dikabarakan telah memanggil Kadiskominfo untuk mempertanyakan masalah majalah Sawala yang saat ini sedang dalam pengusutan dugaan korupsinya oleh penegak hukum. Sebelumnya, pemanggilan bakal dilakukan oleh Komisi I. Namun hal itu diurungkan setelah Komisi III lebih dahulu melakukannya.
“Tidak jadi, Kang. Karena sudah RDP (rapat dengar pendapat) dengan komisi III,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Purwakarata, Dedi Jauhari kepada KBE.
KBE sempat mengirimkan pesan meminta wawancara hasil RDP kepada Ketua Komisi III DPRD Purwakarta, Dias Rukmana Praja. Namun sampai berita ini ditulis, tak ada tanggapan apa pun dari politisi Partai Golkar itu. (bbs/kbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here